Upah Pekerja dalam Perspektif Islam

Published on May 1st, 2011 by | Category: Ragam


Upah, gaji, atau honor pekerja (buruh, pegawai) harus dibayar sesuai ketentuan yang disepakati. Tidak memenuhi upah pekerja adalah kezhaliman yang tidak disukai Allah SWT (Q.S. Ali Imran:57, Al-Kahfi:30).

Upah pekerja harus diberikan secepat mungkin atau sesuai dengan jadwal yang disepakati perusahaan/majikan dan pekerja. “Berikanlah upah kepada pekerjamu sebelum kering keringatnya” (HR Ibnu Majah dari Ibnu Umar).

Jumlah upah harus memenuhi standar “cukup”, yakni dapat memenuhi kebutuhan individu dan sesuai dengan keahlian (skill) kerja. Negara wajib mewujudkan standar “cukup” bagi seluruh rakyatnya.

Dalam menetapkan gaji pegawainya (pegawai negeri), negara harus memperhatikan dua hal berikut:

  1. Nilai Kerja. Jangan disamakan antara yang pintar dan bodoh, yang rajin dan malas, yang ahli dan bukan ahli. Menyamakan dua hal berbeda itu tindakan zhalim (Q.S. Az-Zumar:9, Al-An’am:132).
  2. Sesuai Kebutuhan Pegawai. Yakni memenuhi kebutuhan pokok, dari sandang, pangan, papan, transport, pengobatan, pendidikan anak, dll. Wallahu a’lam.*
Get News Updates from DDHK on Your Email
SHARE THIS. SEBARKAN KEBAIKAN!

Tags: , , ,


About the Author

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Back to Top ↑