Universitas Islam Tunis Kembali Dibuka

Zitouna UniversityUniversitas Zitouna (Université Ez-Zitouna, Jami’ah al-Zaituniyah) Tunis, Tunisia, yang ditutup hampir setengah abad oleh rezim Presiden Zine El-Abidine dibuka kembali, Sabtu (31/4). Universitas ini boleh dibilang saudara tua Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Seandainya saja tidak ditutup, universitas ini bakal menjadi kompetitor utama Universitas Al-Azhar Kaior yang saat ini dianggap sebagai pusat pendidikan Islam di dunia Arab.

Kampus Zitouna memiliki pengaruh besar terhadap pemikiran Islam. Melalui kampus itu pula, Islam menyebar hingga jazirah Magribi. Kampus ini juga banyak melahirkan cendikiawan Muslim ternama, seperti penullis Tahar Haded dan Abdezlaziz Thaalbu, penyair Aboul Qacem Echebi, dan pengacara Mohamed Tahar Ben Achour.

“Pembukaan kembali kampus datang pada saat yang tepat ketika Tunisia tengah terancam perpecahan. Banyak umat Islam yang datang dari beragam latar belakang ingin belajar tentang agama mereka,” ungkap presiden Organisasi Alumni dan Pendukung Zitouna, Mohamed Ben Amor, seperti dikutip tunisia-live.net (5/4).

Sebelumnya, 19 Maret silam, Mahkamah Tunis mengelurkan putusan Universitas Zitouna dapat dibuka kembali. Guna melanjutkan putusan itu, organisasi yang dipimpin Amor mulai mengaktifkan kuliah Ahad sebagai awal persiapan.

“Kantor pendaftaran mencatat banyak calon mahasiswa yang telah mendaftar,” ungkap pegawai administrasi,Yassine.

Menurut Yassine, secara keseluruhan kampus ini belum siap utamanya masalah arsip kampus dan koleksi perpustakaan. Sebab rezim Ben Ali banyak mencuri koleksi perpustakaan untuk kepentingan pribadi. Karena itu, tata ulang pengarsipan merupakan prioritas lain yang tengah dikerjakan,

Kamel Saafi, seorang cendikiawan muslim Tunisia, optimis melihat masa depan Universitas Zitouna. Ia pun percaya, kampus ini bakal membawa Tunisia sebagai pusat pendidikan Islam dan selanjutnya membawa Islam kembali kepada kejayaannya. “Saya optimis,” kata dia.

Ahmad, 23 tahun, calon mahasiswa, mengaku antusias dengan dibukanya kembali Universitas Zitouna. “Saya menyambut gembira dengan dibukanya kembali kampus ini. Sebab, generasi muda masih memiliki pemahaman yang dangkal tentang islam,” katanya. (Mel/Tunisia Live/Republika).*

Get News Updates from DDHK on Your Email
SHARE THIS. SEBARKAN KEBAIKAN!

Tentang DDHK

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya

Leave a Comment

Web Developed by Romeltea