Tausiyah JSS: Kunci Sukses Itu Pandai Bersyukur dan Doa Ibu

Published on June 24th, 2012 by | Category: Hong Kong


JSS ShatinDDHK News, Hong Kong — Bagaimana agar kita bisa menjadi orang yang sukses? Yaitu dengan pandai bersyukur. Ada tiga makna syukur, pertama taat pada perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya, kedua selalu menerima nikmat dengan rasa syukur walaupun sedikit, dan ketiga membalas nikmat yang kita raih minimal setimpal atau bahkan lebih baik.

Demikian rangkuman materi tausiyah yang disampaikan Ustadz Cecep Solehudin (Country Manager Dompet Dhuafa Autralia) di depan Jamaah Sabtu-Sha Tin (JSS) BMI Hong Kong, di Pendopo Kuning Sha Tin Park, Sabtu (23/6).

Dikisahkannya tentang do’a Nabi Sulaiman as ketika sakit. Ia memohon kepada Allah Swt agar diberikan nikmat yang belum pernah dimiliki hamba sebelumnya dan setelahnya hidup, dan kunci untuk meraih nikmat tersebut. Nabi Sulaiman memohon agar Allah Swt menumbuhkan rasa syukur dalam jiwanya. Ketika Allah Swt mengabulkan do’a tersebut, Nabi Sulaiman diberikan nikmat menguasai bangsa jin, bahasa binatang, angin, dan 2/3 dunia.

“Rahasia sukses lainnya, yaitu pada do’a seorang ibu,” lanjutnya sambil mengupas kisah seorang konglomerat Indonesia, Khoirul Tanjung (KT). Tahun 1957 KT divonis bangkrut. Perusahaannya disita bank hingga yang tersisa dari ruang kantornya hanya kamar kecil nan sempit. Tapi ia punya cita-cita ingin sukses. Bagaimana caranya? Sebelum ia pergi ke kantor sempitnya itu, ia temui ibunya, mencium tangannya sambil memohon restu agar bisa sukses.

“Dalam waktu tiga bulan, gedung lantai kantornya bisa ia beli. Satu tahun kemudian gedung kantornya ia beli. Lima tahun kemudian Trans TV ia beli, dan dua bulan yang lalu ia jadi pemilik saham terbesar pesawat Garuda,” tuturnya.

“Nah, kita kerja di Hong Kong, ada tidak melakukan hal demikian? Meminta do’a pada ibu kita agar sukses? Dan ingat jika kita janji apa pun, tunaikan, jangan sampai lupa jika sudah sukses, nanti Allah murka seperti kepada kaum Nabi Musa, Karun,” paparnya.

Ia juga mewanti-wanti agar berhati-hati memilih komsumsi makanan. Terutama di negara non-muslim, karena satu suap saja kita memakan yang haram, maka ibadah kita tidak akan diterima selama 40 hari.

“Jangan mengedepankan hasrat keinginan kita, jika itu akan memberikan kenikmatan di dunia tapi menyeret kita ke neraka. Misalnya kita suka memakan es krim, ingat, eskrim itu tidak cair selama satu menit. Itu artinya mengandung gelatin, zat pelembut yang terbuat dari sari tulang sum-sum babi, begitu juga dengan cake atau roti, bagaimana kita termasuk hamba yang taat pada Allah Swt jika masih mengkonsumsi makanan yang haram?” pungkasnya.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab seputar menyambut Ramadhan, hak dan kewajiban istri dan suami, dan lainnya dari para jamaah hingga waktu Ashar.

Hadir juga Ustadz Daru dari Yogyakarta (SDSB DDHK) yang turut memberikan tausiyah. Ia menerangkan setiap muslim itu saudara, jadi tidak peduli di mana pun kita, selama dia seiman, harus saling menolong, akur, dan saling mengingatkan.

“Kebetulan ini tanggal merah, karena jika hari Sabtu biasanya tidak banyak yang libur. Harapannya tentu bisa jadi bekal ilmu bagi jamaah,” ujar ketua JSS, Emi. (Anita Sri Rahayu/ddhongkong.org).*

 

Get News Updates from DDHK on Your Email
SHARE THIS. SEBARKAN KEBAIKAN!

Tags: , , , , , , ,


About the Author

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Back to Top ↑