Tarhib Ramadhan: Siapkan Hati, Pikir, dan Fisik!

Published on July 18th, 2012 by | Category: Hong Kong, Syi'ar Ramadhan


tarhib ramadhanDDHK News, Hong Kong — Sekitar 650 orang memadati ruangan gedung Yuen Long Town Hall untuk mengikuti Tarhib Ramadhan dengan tema “Dahsyatnya Ramadhan dengan Konsep Thibun Nabawi” yang diadakan organisasi BMI Hong Kong Lentera Qolbu dengan narasumber pakar Thibun Nabawi, Ustadz Abu Syadza, dari Solo, Ahad (15/7).

Dalam tausiyahnya, Ust. Abu Syadza yang juga da’i SDSB DDHK ini membahas makna “Tarhib Ramadhan” atau menyambut bulan Ramadhan. Marhaban berasal dari kata rabh yang artinya luas atau lapang. Jadi, marhaban artinya menerima seluas-luasnya dengan gembira.

Dikatakanya, menyambut Ramadhan ini kita harus mempersiakan diri dengan hati (semangat, spirit, niat, pondasi akidah, kebersihan, komitmen), pikir, (wawasan, ilmu,visi), dan fisik (sehat dan kuat).

Bulan Ramadhan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu 10 hari pertama penyucian diri (takhalli), 10 hari kedua penghiasan diri dengan amal amal kebaikan (tahalli), dan 10 hari terakhir Ramadhan penganugrahan Allah (tajalli).

Dikatakannya, ada dua pengertian khusus ibadah shaum menurut Imam Al Ghazali, yaitu shaum itu mencegah dan meninggalkan. Dalam shaum itu sendiri terdapat rahasia tak ada padanya perbuatan yang terlihat. “Yang kedua dengan shaum terdapat sebuah perlindungan yang melemahkan musuh Allah Azza wa Jalla, karena hawa nafsu dan syahwat akan menguat dengan penuhnya perut oleh makanan dan minuman,” katanya.

Dijelaskanya, ada tiga tingkatan umat Rasulullah SAW dalam melaksanakan shaum. Pertama, shaum orang awam yang sekadar menahan diri dari keinginan perut dan kemaluan. Kedua, shaum orang khusus mencegah juga dari tindakan lahiriyah berupa indera penglihatan, pendengaran, lidah, tangan, kaki, dan anggota tubuh lainya dari perbuatan dosa. Ketiga, shaum yang khusus dari khusus, yaitu shaumnya qolbu dari segala cita-cita hina dan dorongan hawa nafsu lainya.

Ust. Abu Syadza juga menyebutkan enam langkah penting dalam menemukan hikmah batiniah ibadah shaum, yaitu (1) menundukkan pandangan dan menahan diri dari leluasa pandangan kepada segala sesuatu yang tercela dan sesuatu yang menyebabkan kelalaian hati serta melengahkan dari berzdikir kepada Allah, (2) menjaga lidah dari senda-gurau yang tidak berguna, mengumpat, mengadu domba, perkataan kotoa, caci-maki, permusuhan, dan memamerkan kebaikan, (3) menahan pendengaran dari mendengar segala sesuatu yang dibenci, sebab segala sesuatu yang haram diucapkan maka haram pulalah didengarkan.

Selain itu, (4) menahan anggota tubuh lainya dari segala perbuatan dosa, (5) janganlah kiranya terlalu banyak makan ketika berbuka walaupun makanan itu halal dan diperolehnya dari jalan yang halal, dan (6) hendaknya setelah berbuka itu hatinya itu masih mempunyai perasaan yang goncang, yakni antara ketakutan kepada Allah dengan penuh harapan untuk diterimanya amalan yang dilakukan sehari penuh itu.

Dikemukakan pula hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan umat beliau (kaum  Muslim) telah dikaruniai lima hal yang istimewa yang belum pernah diberikan kepada umat umat sebelum mereka, yaitu (1) bau mulut orang yang shaum lebih harum di sisi Allah SWT daripada harum kasturi, (2) ikan-ikan di laut memohonkan ampuanan bagii mereka hingga mereka berbuka shaumnya, (3) Allah menghiasi surga-Nya setiap hari dan berfirman “Sebentar lagi hamba- hamba-Ku yang shaleh akan diangkat dari segala kesusahan dari mereka, (4) setan-setan yang jahat akan dibelenggu supaya tidak bebas menggoda mereka sebagaimana yang bisa mereka lakukan diluar ramadhan, dan (5) pada malam terakhir bulan Ramadhan mereka yang bershaum akan diampuni dosanya.

Di bagian akhir tausiyah, Ust. Abu Syadza membahas masalah kesehatan. Ia menjelaskan, perut itu rumah penyakit. “Kebanyakan penyakit bermula dari perut,” katanya. “Menurut pakar pengobatan di Amerika, antara 22 ribu pesakit yang dibedah caesar, tidak seorang pun mempunyai usus sehat.”

Masalah perut adalah najis yang tersisa. “Walaupun kita membuang najis setiap hari, tetapi kajian pengobatan di Jepang mendapati masih terdapat 6-10 lebih najis yang masih tersisa dalam perut,” ujarnya.

Dikatakanya, bahwa kesehatan bermula dari colon atau usus besar, toksin berakhir di colon, jika colon tidak menyingkirkan toksin secepatnya mungkin (14 jam) ia akan mengalir balik kedalam badan. “Apabila colon tidak dipelihara seperti tong sampah yang tidak dicuci,” katanya.

Colon yang tidak sehat menyebabkan pembentukan divertikulitis dan pengaliran toksin balik kedalam badan. Dan polip yang disebabkan kekurangan serat dalam makanan. “Hampir semua kanser kolon bermula dari pembentukan polip dalam colon,” jelasnya.

Kajian pengobatan kanker colon mengalami masalah jantung di abad 21. Masalah-masalah ini disebabkan kolon yang bertoksin. Simptom dan penyakit colon yang bertoksin yaitu letih, perut berangin, mulut berbau, badan bau, sakit tulang belakang, daya ingatan lemah, berat badan berlebihan, sembelit, arterioskelorosis, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kanker colon, penyakit jantung, penyakit ginjal, kencing manis, daya pertehanan lemah. “Itu semua puasa adalah solusinya,” tegasnya.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda, berpuasalah niscaya akan sehat.

Selain tausiyah, jamaah juga menikmati isi khotbah Rosulullah in movie dan layanan kesehatan dari LKC DDHK. Acara diakhiri dengan ruqyah masal dan doa penutup. Acara ini didukung oleh DDHK, Persatuan Dakwah Srikandi, Perpustakaan Lentera Qolbu, Lentera Gudang Ilmu, dan Ukhuwa Islamiyah Pojok Lapangan. (Lutfiana Wakhid/ddhongkong.org).*

Get News Updates from DDHK on Your Email
SHARE THIS. SEBARKAN KEBAIKAN!

Tags: , , , ,


About the Author

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Back to Top ↑