Tablig Akbar Terapi Shalat: Curhatlah kepada Allah dengan ‘Subhan’

terapi shalat tstDDHK News, Hong Kong — Shalat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh kita sebagai umat Islam. Bukan hanya sekadar menjalankan, namun harus juga terlintas di hati apakah shalat kita diterima dan apakah shalat yang kita kerjakan benar-benar sudah sesuai dengan yang Allah minta dan contoh Rasulullah SAW.

Demikian dikemukakan Prof. Dr. KH. Moh. Ali Aziz, MA (Guru Besar IAIN Sunan Ampel Surabaya) dalam tablig akbar bertema ”Terapi Shalat Bahagia”, Selasa (1/1), Masjid Tsim Sha Tsui (TST) Kowloon, diikuti sekitar 200 jamaah BMI Hong Hong Kong.

Acara ini digelar organisasi BMI Muslimah Hong Kong (Pondok Fatimah) bekerja sama dengan KJRI Hong Kong dan Yayasan Yatim Piatu Sabilillah.

Dalam pengajian tersebut, Prof. Ali Aziz membahas tentang buku yang ditulisnya, Terapi Sholat Bahagia. Dikatakannya, orang yang mengerjakan shalat akan mendapatkan kesehatan dari gerakan-gerakan yang terkandung di dalamnya. “Untuk itu, kita harus mencari tahu bagaimanakah sebenarnya kesempurnaan shalat kita, terutama pada saat ruku’ dan sujud,” ujarnya.

Di dalam shalat, lanjut Prof. Ali Aziz, kita benar-benar menghadap Allah, berkomunikasi dengan-Nya, curhat kepada-Nya. Maka dari itu, diperlukan kekhusyu’an. Untuk bisa mencapai kekhusyu’an, Prof. Ali memberikan contoh cara-cara ruku’ dan sujud yang benar.

Dalam shalat juga hendaklah jangan terburu-buru. Ketika berdiri, setelah membaca surah Al-Fatihah, berhenti beberapa detik untuk “curhat” (dilakukan dalam hati) dengan “SUBHAN”. Setelah itu, baru dilanjutkan dengan membaca surah pendek.

“SU” adalah syukur atas semua yang diberikan-Nya. “B” adalah bimbingan, minta bimbingan terus pada Allah. “HAN” adalah mempertahankan iman. Minta untuk dipertahankan iman (inti Al-Fatihah).

“Ketika ruku’ dengan ruku’ yang sempurna, setelah membaca subhana robbiyal ‘azhimi wabihamdihi, berhenti sejenak beberapa detik untuk “curhat”. Jangan langsung berdiri (I’tidal). Contohnya, diucapkan dalam hati: wahai Allah, saya punya masalah atau keinginan… Wahai Allah, saya tidak sama sekali mengeluh, saya ikhlas saya ridho dengan masalah ini. Wahai Allah, saya yakin Engkau pasti Mahakuasa menolong aku. Wahai Allah, aku pasrah kepada-Mu,” papar Prof. Ali.

Jamaah diimbau untuk selalu terus memperbaiki shalat karena dalam shalat terdapat kesabaran juga ketentraman. Ditegaskannya, sebaik-baik tempat mencurahkan segalanya adalah hanya Allah dan itu dapat kita lakukan dalam shalat.

Usai tausyiah, salah seorang BMI Hong Kong masuk Islam. Ia mengikrarkan syahadat dengan bimbingan Prof. Ali Aziz. (Zhianing Anami/ddhongkong.org).*

Get News Updates from DDHK on Your Email
SHARE THIS. SEBARKAN KEBAIKAN!

Tentang DDHK

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya

Leave a Comment

Web Developed by Romeltea