NAMA panggilan saya Abu Nouval, asal Purbalingga, Jawa Tengah. Kini saya bekerja di Jeddah, Arab Saudi, sebagai supervisor teknical support di UIPC. Saya angkatan ke-5 karena senjak tahun 2002 sampai sekarang sudah 5 periode pergantian pengiriman teknisi.
Awal tugas sekitar 1 Agustus 2011 sebagai teknisi tinta cetak offset, yaitu jenis tinta untuk mencetak majalah, koran, kemasan makanan, karton, dan sebagainya.
Bulan bulan pertama cukup berat buat saya karena harus meninggalkan anak dan istri tercinta. Namun ternyata teknologi bisa mendekatkan kita. Walaupun hanya sekadar skype-an, tapi itu bisa mengobati rasa kangen saya, istri, dan anak-anak. Bisa setiap hari, setiap minggu.
Sebelum dipindahtugaskan ke Saudi dari perusahaan, sebelum keberangkatan, saya memberikan surat izin yang ditandatangani oleh istri bahwa istri setuju. Karena itu memang sudah tugas saya sebagai karyawan dan harus mau dipindahtugaskan di mana pun. Kesepakanan kami dengan perusahaan adalah dua tahun dengan setahun kerja diberikan cuti selama sebulan.
Sukanya bekerja di Saudi adalah, alhamdulillah, bisa menunaikan ibadah haji, bisa ada tabungan walaupun tidak banyak, yang penting tidak utang sana sini. Ada promosi bagus dari perusahaan setelah masa tugas berakhir dan sukses, bisa ngebeliin kurma buat oleh oleh.
Dukanya tidur sendiri. Biasanya ada istri dan anak anak. Kalau denger istri atau anak atau keluarga sakit, kitanya tidak bisa membawa ke dokter. Yang repot ‘kan istri, kalau ada berita duka dari Indonesia, saya hanya bisa berdoa .
Orang Saudi itu mualesnya minta ampun! Jadi, kalau mereka kita lepas, saya yakin 99% Toka Middle East –tepat saya ditugaskan– bakalan tutup karena mereka mengandalkan kita sebagai teknisi.
Untuk hubungan kerja, alhamdulillah kita baik, itu juga sebuah ilmu komunikasi kita dapatkan, bahasa Arab maupun Inggris. Susah susah gampang ngatur orang Saudi kebanyakan tidak masuk kerjanya alias pemalas.
Harapan kedepannya yaitu perbaikan kesejahteraan, khususnya buat eks teknisi yang dikirim ke Saudi harus lebih baik lagi karena kita dikirim ke sini melalu tes dan seleksi yang ketat sekali. Jadi harus seimbang dengan apa yang nanti kita dapatkan karena kita termasuk penggerak sebuah perusahaan di negeri orang. Maunya sih kalau bisa cutinya 6 bulan sekali. Jujur kita kadang pusing yang namanya ”nafkah batin” karena sebagai orang yang sudah berkeluarga keluhannya banyakan soal itu.
Kalau jam kerjanya di sini enak juga. Masuk jam 6.30 pulang jam 2.30 terus istirahat jam 10.00-10.30, terus pas makan siang jam 12.45 s.d. jam 1.30 sekalian shalat Zhuhur. Itu Untuk hari Sabtu s.d. Rabu. Hari Kamis masuk jam6.30 s.d. jam 12.30. Hari Jum’at libur.
Kejadian yang masih berkesan yaitu awal datang saja karena bahasa yang belum mudheng (mengerti), misalnya salah kemasan, maklumlah mesin yang dipakai sedikit berbeda.
PESAN saya buat kawan-kawan yang bekerja di luar negeri, sesering mungkin komunikasi bisa lewat telepon, facebook, atau skype dan lain-lain yang intinya tetap menjaga komunikasi karena ini sangat penting. Terkadang kita harus mengeluarkan biaya lebih untuk telepon hanya untuk mendengarkan keluhan atau curhatan istri.
Terkadang istri terbentur masalah yang memang hanya kepada suami tempat mengadu. Jadi, kita harus bisa bisa mendengarkan keluhan atau curhatannya dan kita sebisa mungkin cari solusi atau pemecahannya sebijak mungkin dan semampu kita yang nantinya bisa dilakukan oleh istri kita yang sementara ini menjadi single parent buat anak kita.
Tetap jaga kesehatan! Itu yang nomor satu karena apalah artinya kalau kita hanya mikirin uang tapi misalkan nantinya kita kecapean dan sakit. Semua itu sia-sia saja. Carilah teman atau kawan sebanyak mungkin, khususnya teman negeri sendiri karena merekalah saudara terdekat kita sementara kita di luar negeri. Ini sangat penting buat kebersamaan dan kekeluargaan kita serta buat sharing , curhat, kalau ada masalah yang kita hadapi. Ini juga bermanfaat apabila kita atau teman kita terkena musibah, kita bisa rame-rame menengok apabila di antara kita sakit, menggalang dana buat teman kita yang kesusahan dan memberikan spirit kepada teman kita yang terkena musibah. (Seperti dituturkan kepada Rima Khumaira/ddhongkong.org).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org




termasuk nendang2 botol ,itu juga bisa ngilngin bt,walau mengganggu ketengangan orang lain ,,,ha…..ha…ha..!