Siang untuk Kerja, Malam untuk Istirahat

malamAllah SWT menciptakan siang dan malam untuk kepentingan manusia. Siang mencari nafkah atau bekerja, malam istirahat, karena tubuh kita pun punya hak istirahat. Itu sunnatullah. “Sesungguhnya tubuhmu punya hak atas dirimu. Kedua matamu memiliki hak atas dirimu,” sabda Nabi Saw (HR. Bukhari dan Muslim).

Lalu, ibadah? Bagi Muslim, seluruh aktivitas adalah ibadah. Hayatuna kulluha ‘ibadah. Selama aktivitas itu ditujukan untuk mencari keridhoan-Nya, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.

“Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan” (QS.An-Naba’:11).

“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qashash:73).

“Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan…” (QS. Al-An’aam:60).

“Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang…” (QS. Al Mu’min:61)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS. Ar-Ruum:23)

“Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (QS. An-Naml:86).

“Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.” (QS. Yunus:67).

Kerja Malam
Lalu, bagaimana yang harus kerja malam dan istirahatnya justru siang hari? Mencermati ayat-ayat di atas, jelas kerja malam menyalahi sunnatullah atau hukum alam (natural law). Namun, jika memang keadaan memaksa demikian (darurat), tentu Islam memberikan toleransi alias boleh.

Hanya saja, ada risiko sebagai konsekuensi “pelanggaran” atas hukum alam tersebut. Misalnya, sebuah riset ilmiah di Norwegia menyingkapkan, rutinitas kerja malam di kalangan wanita karier dapat menambah bahaya terserang kanker, khususnya kanker payudara.

Hampir 15% wanita yang terserang penyakit kanker payudara pernah bekerja pada jam-jam malam atau masa-masa pergantian antar siang dan malam.

Disebutkan, wanita yang kerja malam sepanjang waktu selalu berinteraksi dengan sinar yang menyebabkan berkurangnya daya tahan tubuh untuk memproduksi hormon milanonin yang terbentuk pada malam hari saat sedang tidur. Hormon inilah yang berfungsi menjaga sel-sel tubuh dan pori-pori melawan kanker dan dampak negatif sinar tersebut. (Hooryea, 1426).

Agen Penelitian Kanker Internasional (IARC) sudah memasukkan kerja malam ke dalam daftar pekerjaan berisiko kanker. Hasil penelitian ilmuwan Jepang dari University of Occupational and Environmental Health mengungkapkan, karyawan yang bekerja dengan jam kerja fleksibel lebih banyak menderita kanker prostat dibanding mereka yang bekerja dengan jam kerja standar.

Demikian juga pakar Denmark dari Institute of Cancer Epidemiology, setelah memeriksa 7.000 wanita berusia 30 hingga 54 tahun, diketahui wanita yang bekerja setidaknya selama enam bulan pada malam hari, memiliki peluang lebih tinggi mengidap tumor payudara.

Mereka yang sering lembur malam hari juga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Para ilmuwan dari University of Milan memeriksa 22 ahli logam pria yang memiliki jam kerja berbeda setiap minggunya.

Kepala penelitian Rafaello Furlan percaya, tubuh manusia tidak dapat beradaptasi dengan aktivitas malam hari, yang sesudahnya dapat berakibat pada penyakit jantung. Namun, para ilmuwan belum mengetahui pastinya mekanisme penyakit ini akan muncul pada saatnya.

Dampak negatif kerja malam terhadap kesehatan manusia a.l. mengganggu bioritme harian dan rentan terkena berbagai penyakit, tidak tidur malam sistemnya akan mengalami penyimpangan,juga nausea, gangguan lambung, sakit perut, diare, dan hilangnya nafsu makan.

Kerja malam juga “membingungkan” jam kerja biologis tubuh, untuk mensinkronisasikan konsumsi makanan dan pencernaan. (hidayatullah.com)

Bekerja malam hari mengganggu kualitas tidur, juga mengurangi aktivitas sosial. Untuk mengurangi dampai negatif, para ahli menyarankan a.l. tetap pada jadwal (konsisten), istirahat cukup bahkan lebih banyak tidur siang hari, bekerja dengan cahaya terang, dan jangan langsung tidur sepulang kerja, tapi lakukan beberapa aktivitas rumah hingga tubuh telah siap untuk mulai tidur. Wallahu a’lam. (mel/berbagai sumber/ddhongkong.org).*

Get News Updates from DDHK on Your Email
Likes (0)Dislikes(0)
SHARE THIS. SEBARKAN KEBAIKAN!

Tentang DDHK

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya

Leave a Comment

Web Developed by Romeltea