DDHK News, Hong Kong — Orang yang biasa shalat dan khusyu’ dijamin akan hidup bahagia. Kita tidak hanya diperintahkan untuk “mengerjakan” shalat, tetapi juga “menegakkan” shalat . Shalat bukan segala-galanya, tapi segala-galanya berawal dari shalat. Manfaat shalat untuk kita sendiri sebagaimana firman Allah SWT,
“Wahai orang-orang yang beriman Ruku’lah kamu ,sujudlah kamu dan sembahlah Tuhan kamu serta berbuatlah kebaikan agar kamu memperoleh kemenangan” (QS. Al-Hajj:77).
Demikian terungkap dalam pengajian rutin Halaqoh Jumat BMI Hong Kong di Masjid Ammar Wanchai bersama KH. Abdul Muhaemin Karim, Jumat (8/6). Ust. Muhaemin juga mengutip Sabda Nabi SAW, “Barangsiapa shalatnya tidak mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar , maka Allah tidak akan menambah kecuali semakin jauh” dan “Banyak sekali orang yang beribadah di tengah malam, namun tidak memperoleh apa-apa kecuali hanya kelelahan dan kepayahan .”
Pembina Halaqoh ini membahas tafsir QS. Al-Isra’ ayat 1. “Mahasuci (Allah) yang telah memerjalankan hamba-Nya [Muhammad] pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda -tanda [kebesaran] Kami .Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Disebutkannya, kisah Isra’ Mi’raj Nabi SAW adalah masa lalu untuk diambil pelajaran dan dipraktikan. “Kalau kita mengakui Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat, maka kita akan damai, tentram, dan selalu jaga lidah dan perbuatan kita di waktu sendiri ataupun bersama ,” ujarnya.
Perintah shalat, lanjut Ust. Muhaemin, pertama kali diperintahkan kepada Nabi Muhammad SAW ketika beliau Isra’ Mi’raj. Perintah shalat itu langsung dari Allah. Berkenaan dengan hal ini, dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “Allah SWT telah memfardukan atas ummatku pada malam Isra’ 50 kali shalat, maka aku selalu kembali menghadap-Nya dan memohon keringanan sehingga dijadikan kewajiban shalat 5 kali dalam sehari semalam .”
“Semua ibadah yang dikerjakan oleh umat Islam, hanyalah shalat yang diperintahkan oleh Allah SWT secara langsung kepada Nabi SAW. Lain halnya dengan perintah ibadah-ibadah yang lain yang diperintahkan Allah SWT kepada beliau melalui perantara Malaikat Jibril,” jelas Ust. Muhaemin.
Dijelaskannya, shalat merupakan ibadah yang paling utama kedudukannya dibandingkan dengan ibadah-ibadah yang lainnya. “Ibadah shalatlah yang paling menentukan nanti pada hari perhitungan amal. Amalan shalatlah yang pertama kali diperhitungkan ,” terangnya seraya mengutip sabda Nabi Saw yang diriwayatkan Al-Thabrani, “Amal yang pertama kali akan dihisab seseorang hamba pada hari kiamat ialah shalat. Jika shalatnya baik, maka dinilai baiklah seluruh amalnya yang lain dan jika shalatnya rusak maka rusak pula seluruh amalnya yang lain.”
Menurut Ust. Muhaemin, dalam perjalanan Isra’ Mi’raj, Nabi SAW juga diperlihatkan berbagai macam siksaan yang disebabkan oleh perbuatan manusia yang selalu menuruti hawa nafsunya. (Farhah Salam/Halaqoh Jumat/ddhongkong.org).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org



