DDHK News, Hong Kong — Allah SWT menciptakan tubuh kita dengan perangkat yang luar biasa sempurna. Jika kita mampu mengoptimalkannya, maka kita akan menjadi manusia yang berkualitas, sehat jasmani dan rohani, karena sumber penyakit bukan dari bakteri yang merupakan ciptaan Allah juga, tapi tiga hal, yaitu makanan, udara, dan stres. Mencegah itu lebih baik daripada mengobati.
Demikian uraian ringkasan konsep pengobatan ala Rasulullah Saw (Thibbun Nabawi) yang disampaikan pendamping program Layanan Kesehatan Terpadu Dompet Dhuafa Hong Kong (LKT-DDHK) Ustadz Abu Syadza di depan ratusan peserta seminar ”Thibbun Nabawi 2” di Masjid Ammar Wan Chai, lantai 6, Ahad (10/6).
Disampaikannya, makanan yang masuk dalam tubuh kita akan menjadi toxic (racun) yang membahayakan dan penyebab penyakit mematikan jika makanan tersebut mengandung unsur lima P, yaitu pengawet, pewarna, perasa/MSG, pengembang, dan pemanis buatan.
Menurut ilmu sistem usus, racun yang masuk beserta makanan akan membuat usus membentuk cairan lendir sebagai pelindung, namun lama-kelamaan akan menumpuk atau menyumbat dan tidak bisa larut, sehingga memperberat kinerja jantung yang mengedarkan darah ke otak. “Racun yang terbawa ke otak bisa menyebabkan kanker otak, stroke, dan penyakit mematikan lainnya,” jelas Ust. Syadza.
“Racun juga bisa masuk ke dalam tubuh melalui udara atau polusi. Selain faktor makanan dan udara, penyebab penyakit yang tak kalah berbahaya yaitu stres atau tertekan.”
Stres, jelasnya, berkaitan dengan sekresi hormon pada tubuh manusia yang menentukan kualitas sehat kita. Ada dua hormon, yaitu pertama hormon Beta Endorphin (BE) atau disebut juga hormon kebahagiaan. Kita bisa menghasilkan hormon ini sebagai immune (antibody) jika kita tidak stres, lapang dada, berpikir positif, optimistis, tersenyum, berprasangka baik, dan hal positif lainnya.
Kedua, yaitu hormon Noradrenalin atau disebut juga hormon stres. Jika tubuh kita memproduksi hormon ini besar-besaran, maka akan membahayakan kesehatan, sistem imun menurun, sehingga rentan terkena penyakit, termasuk penyakit mematikan. Misalnya penyakit stroke penyebabnya yaitu stres, kemudian mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi), penumpukan zat berbahaya (tidak berguna) dalam tubuh, misalnya kolesterol, menyebabkan kinerja jantung semakin berat, darah yang dialirkan ke otak sudah mengandung zat yang berbahaya, pecah dan inilah sebab kematian yang banyak terjadi.
“Jadi itulah alasan kenapa orang stres lebih cepat mati. Solusinya, jauhi stres, perbanyak melakukan hal yang membahagiakan, sehingga menghasilkan hormon BE,” tuturnya. “Berperang melawan pikiran negatif kita, tersenyumlah dengan proporsional, kemudian tambahkan dengan tiga enegi dahsyat, yaitu maaf, tolong, dan terimakasih.”
General Manager DDHK, Ustadz Ahmad Fauzi Qosim, dalam sambutannya mengajak jamaah untuk menyambut bulan Ramadhan dengan sehat jasmani dan rohani. “Semoga kita bisa menggali ilmu hari ini dan menyampaikannya pada kawan yang tidak hadir, dan yang masih punya utang puasa, cepat di bayar,” ujarnya seraya mengajak peserta seminar untuk berdo’a bersama bagi kawan BMI yang sedang di rawat karena depresi/stress di Quarry Marry Hospital, Nirmala.
Seminar bertema ”Sehat Secara Alamiah, Ilmiah, dan Ilahiyah” ini berlangusng hingga sore hari.
Usai acara, Ust. Syadza menyarankan BMI HK waspada soal makanan. “Tentunya karena kawan BMI kerja di lingkungan yang sangat susah menjauhi makanan tidak halal, saya sarankan jangan mau menerima makanan dari majikan yang belum tentu halal, misalnya tahu, tapi sudah dimasak dengan kuah babi atau sejenisnya, karena itu akan tidak baik bagi tubuh kita, lebih hati-hati. Karena prinsipnya dalam Islam, sehat itu menduduki tempat kedua setelah iman, karena jika sehat kita bisa maksimal dalam ibadah bukan?” demikan pesannya kepada DDHK News sesaat sebelum berjamaah Sholat Zhuhur. (Anita Sri Rahayu/ddhongkong.org).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org



