Seminar Al-Quran, Agar Umat Terhindar dari Sihir dan Perdukunan

Religious book - QuranUmat Islam dinilai sudah mulai meninggalkan Al-Quran sebagai pedoman kehidupan. Atas alasan inilah, Seminar Alquran III diadakan di Masjid Al Ikhlas, Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Ahad (14/4).

Seminar yang bertemakan ‘Menyongsong Generasi Gemilang bersama Cahaya Al Quran” ini diprakarsai  Lembaga Tahfizh Al Quran Raudhatul Huffazh, Jakarta, bekerja sama dengan Himpunan Pemuda dan Pelajar Masjid Al Ikhlash (HIPPMASH) dan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Al Quran (LPLQ) Alquran.

Seminar ini sudah dilakukan sebanyak dua kali dalam dua tahun terakhir. Seminar pertama berisi soal mengenal dan memahami Alquran.

Kemudian, tahun lalu, seminar mengambil sub tema soal Pandangan Alquran mengenai aliran-aliran yang ada di dalam Islam, termasuk di dalamnya soal Syiah. Untuk kali ini, sub tema yang dibahas adalah Sihir dan Perdukunan di era modern dalam perspektif Al Quran.

”Butuh waktu dua bulan untuk mempersiapkan seminar yang ketiga ini. Alhamdulillah, peserta yang mendaftar sebanyak 1.300 orang dan kami telah mengirim undangan sebanyak 100 buah,” ujar Ketua Pelaksana, Agus Rinaldi, kepada ROL, Ahad (14/4).

Ia menambahkan, tujuan utama digelarnya Seminar Alquran ini dipicu kekhawatiran mulai ditinggalkannya aspek pembacaan dari Alquran. ”Jika Alquran jarang dibaca, bagaimana dengan aspek pengkajian dan pengamalannya?,” kata Agus.

Secara khusus, Agus menyebut, alasan dipilihnya sub tema sihir dan perdukunan, agar umat muslim bisa terhindar dari pemahaman-pemahaman yang menyimpang soal sihir dan perdukunan di era modern.

Bentuk sihir dan perdukunan di era modern itu, kata Agus, sudah mulai menggunakan media-media massa dan bentuknya pun terlihat seolah-olah sesuai dengan syariat islam.

”Di titik inilah, kami harus meluruskan soal bentuk-bentuk sihir dan dukun, agar umat bisa terhindar dari perilaku syirik dan menyekutukan Allah. Seminar ini adalah bentuk upaya pelayanan kami kepada umat,” ujarnya.

Penyelenggara mengundang dua pembicara inti, Syaikh Abdullah Al Habr (Dosen Hadits Universitas Ibn Suud, Riyadh, Arab Saudi), dan Ustadz Fadhlan Abu Yasir (Ketua Asosiasi Ruqyah Syar’iyah). Selain itu, ada juga sesi sharing yang mengundang Ust Kartolo (mantan dukun).

Selain membahas soal sihir dan perdukunan dari perspektif Al Quran, seminar ini juga membahas cara-cara untuk membentengi diri dari bentuk-bentuk sihir yang tidak menyalahi syariah. (REPUBLIKA.CO.ID).*

Get News Updates from DDHK on Your Email
Likes (0)Dislikes(0)
SHARE THIS. SEBARKAN KEBAIKAN!

Tentang DDHK

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya

Leave a Comment

Web Developed by Romeltea