DDHK News, Hong Kong – Ramadhan bisa memyembuhkan berbagai macam penyakit, di antaranya mengobati penyakit “kutil” (kurang tilawah Al-Qur’an), “kusta” (kurang sholat tahajud), “kudis” (kurang disiplin), “kurap” (kurang rasa peduli), dan penyakit “muntah” (mudah untuk marah).
Demikian dikemukakan Ketua Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Pusat, dr. Yasmin Setiawan, dalam seminar kesehatan Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) di Leader Dance Seaview Commercial Building, Sheung Wan (22/7). Selain dr. Yahmin, pembicara lainnya adalah Ust. Abu Syadza (Konsultan Thibbun Nabawi dari Solo).
Dijelaskanya, penyakit di atas bisa sembuh dengan puasa dan menambahkan tilawah Quran. Kurangnya sholat tahajut disembuhkan dengan sholat tarawih. Kurangnya disiplin bisa belajar dengan disiplin sahur dan buka puasa. Kurangnya rasa peduli disembuhkan dengan adanya zakat fitrah dan infaq. “Dengan puasa bisa menahan amarah, dengan kesabaran,” tuturnya.
Dikatakanya, puasa bisa mengobati berbagai macam penyakit secara umum. Penyakit yang bisa disembuhkan dengan puasa adalah penyakit lambung, kolesterol, mengobati saluran pencernaan, mengatasi penyakit pernafasan, mengobati berbagai jenis peradangan (amandel, selaput lendir hidung, selaput radang kulit, empedu).
Ustadz Abu Syadza mengatakan, dengan puasa maka detoksifikasi (mengeluarkan racun) dari dalam tubuh, zat berbahaya, dari makanan dari udara tanpa disadari masuk ke dalam tubuh kita dan telah mendendap selama 11 bulan dalam tubuh, selain itu juga bermanfaat membantu penyembuhan berbagai penyakit dan mencegah timbulnya berbagai penyakit.
Ust. Abu Syadza menjelaskan, agar tetap sehat saat puasa, asupan nutrisi dengan perhebalan. “Peran produk perlebahan saat puasa sangat penting untuk regenerasi sel-sel tubuh, terutama saat proses detoksifikasi, memperbaiki fungsi syaraf, melapisi lambung, menjaga kesimbangan hormon tubuh, dan memperbaiki sistim dalam tubuh secara keseluruhan, memberikan tambahan tenaga, membantu mencukupi kebutuhan protein dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap risiko penyakit,” pungkasnya. (Lutfiana Wakhid/ddhongkong.org).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org



