Psikolog Elly Risman Ungkap Dampak Buruk Wanita Bersuami Jadi BMI

Published on December 29th, 2012 by | Category: Featured, Hong Kong


KonselingDDHK News, Hong Kong — Selama empat hari dua malam psikolog Elly Risman berada di Hongkong dan satu malam di Majelis Ta’lim Indonesia Macau (MATIM) untuk berbagi ilmunya.

Ia datang ke Hong Kong sebagai pembicara dalam traning parenting yang digelar oleh Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) pada 23 dan 25 Desember di Hong Kong

Di Macau ia membagi ilmunya di Shelter MATIM pada 26-27 Desember. Seperti biasa kajian di Shelter MATIM diadakan pada malam hari karena menunggu BMI Macau yang stay out pulang kerja. Turut hadir General Manager DDHK Ust. H. Ahmad Fauzi Qosim.

“Saya prihatin melihat ibu-ibu meninggalkan anak-anak dan suami mereka demi uang, anak-anak seharusnya didampingi dan dididik bukan malah ditelantarkan, diserahkan pada suami atau orang tua itu bukan hal yang tepat,” ujarnya.

“Banyak orang yang memberi sebutan ‘Wanita Luar Biasa’ kepada ibu-ibu yang menjadi BMI karena mereka sudah menjadi istri, ibu, dan bahkan kini menjadi tulang punggung keluarga. Sebutan itu ada benarnya, tapi banyak salahnya. Benarnya karena memang itu realitas. Salahnya yang memberi sebutan tersebut sudah lupa bahwa pada Al-Qur’an dan Al-Hadits tidak pernah menyuruh wanita untuk menjadi tulang punggung keluarga,” paparnya.

Ditegaskan, dampak yang terjadi akibat wanita (dalam hal ini seorang ibu) meninggalkan anak-anaknya adalah anak tidak terdidik, tidak terbekali dengan baik, dan akhirnya anak mengalami kerusakan otak. Pada saat anak-anak dibelikan laptop, handphone, dan sebagainya, mereka disuguhi berbagai macam kecanggihan teknologi, namun ibu tidak ada untuk mendampingi, mendidik, dan memantau, maka sempurnalah kerusakan otak pada anak-anaknya.

Ia mengungkapkan, akhir-akhir ini banyak sekali kasus kenakalan remaja bahkan sampai pada pembunuhan. “Perlu diketahui sebagian besar penghuni penjara remaja adalah anak-anak TKW/BMI,” katanya.

Dampak pada suami antara lain memicu perzinaan, suami menjadi berpangku tangan, bahkan akhir-akhir ini banyak sekali perceraian terjadi akibat istri ke luar negeri. “Ini baru dampak-dampak duniawi, bagaimana dengan dampak di Yaumul Hisab nanti? Mampukah mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT? Ketika Allah SWT bertanya, ‘pada saat anakmu nakal, suamimu berzina, di manakah kamu? Ketika suami ditanya ‘sudahkah kau nafkahi istri dan anak-anakmu? Apakah bisa dijelaskan istri saya yang menafkahi saya dan anak-anak saya. Bukankah itu semua justru akan menjerumuskan sang istri, anak juga suami pada hukuman yang lebih berat di akhirat kelak. Walaupun suami mengizinkan istri untuk bekerja di luar negeri, di akhirat kelak tak akan mampu menghindar dari pengadilan-Nya.

Ditegaskannya, jihad terbesar seorang wanita adalah menjadi istri dan ibu yang baik. “Bagaimana bisa menjadi istri dan ibu yang baik kalau posisinya jauh begini, dalam jangka waktu yang sangat lama, dua tahun itu lama sekali.”

Ia berharap bisa menarik BMI kembali ke Indonesia, menyadari bahwa menjadi istri dan ibu yang paling utama. “Rezeki sudah diatur oleh Allah SWT,” katanya. Ia juga berharap supaya ke depan MUI memfatwa haram bagi suami yang memberi izin istrinya untuk bekerja ke luar negeri.

Jumlah BMI di Hongkong sekitar 150.000. Anggap saja yang 25% masih single, berarti yang 75% sudah menjadi ibu. Di Hongkong saja sudah ada 112.500 ibu menelantarkan anak-anaknya, belum lagi BMI di negara lain. “Berapa banyak anak-anak yang mengalami kerusakan otak karena ibu mereka mengutamakan materi dari pada mendampingi dan mendidik karakternya?” pungkasnya. (Lina Aprilianti/ddhongkong.org).*

Get News Updates from DDHK on Your Email
SHARE THIS. SEBARKAN KEBAIKAN!

Tags: ,


About the Author

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Back to Top ↑