DDHK News English Version
Home » BMI Menulis » Pengalamanku Puasa di Negeri Beton

lutfianaOleh Lutfiana Wakhid

Marhaban Ya Ramadhan! Selamat datang bulan suci ramadhan. Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Kedatangan bulan ini sangat dinanti nanti oleh seluruh umat di seluruh penjuru dunia.

Biarpun keberadaanku sebagai BMI di negeri orang (Hong Kong) yang mayoritas non-Muslim, akan tetapi aku juga merasakan kebahagiaan yang tak terhingga menyambut datangnya bulan suci ini.

Berbagai event kegiatan keislaman yang diadakan oleh Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) dan organisasi-organisasi BMI HK tidak kalah meriah dengan kegiatan Ramadhan di tanah air. Dengan demikian, biar jauh dari keluarga dan kampung halaman, tapi aku dan teman-teman BMI lainnya bisa menikmati kebersamaandengan suasana yang istimewa dan orang orang yang istimewa pula, seperti para ustadz yang diundang oleh DDHK dan khusus Ramadhan kali ini juga ada trainer komunikasi yang didatangkan dari Bandung, Kang Romel Tea, untuk mengisi Panggung Ramadhan DDHK 1433 H.

TAHUN pertama melaksanakan puasa di negeri orang sangatlah berat bagiku. Lingkungan non-Muslim mengakibatkan tidak ada suasana kebersamaan saat sahur dan sholat tarawih. Apalagi jika puasa jatuh pada musim panas, waktu siangnya yang cukup lama dengan udara yang lumayan panas. Tapi itu tidak membuat semangatku redup. Bagiku itu adalah tantangan.

Sebelum menjalankan ibadah puasa, kusampaikan kepada sang majikan nenek 87 tahun yang kupanggil mama) bahwa diriku seorang muslim. Setahun sekali sebelum hari raya Idul Fitri, wajib hukumnya untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan. Lalu mamaku bertanya, apa itu puasa?

Kujelaskan padanya, puasa itu menahan diri dari makan dan minun di siang hari, dari sebelum matahari terbit sampai matahari terbenam. Mamaku manggut-manggut bertanda paham apa yang kusampaikan.

Usai aku menceritakan soal puasa ke mama, mama langsung cerita ke anaknya bahwa nanti selama sebulan aku kalau siang tidak makan dan tidak minum. Mereka pun sangat menghargaiku dan khawatir dengan kesehatanku, takut nanti sakit dan takut aku mati kelaparan, karena orang Hong Kong paling takut mati. Aku pun menjelaskan kepada mereka bahwa puasa itu baik untuk kesehatan dan tidak membuat orang mati.

Masjid Tsim Sha Tsui, Masjid Ammar Wanchai, dan masjid lainnya dipenuhi jamaah setiap hari Minggu karena BMI HK libur. Semuanya ingin menikmati sholat tarawih berjamaah di masjid. Selain di masjid, di lapangan victoria pun biasanya ada sholat tarawih yang dipimpin oleh ustadz SDSB DDHK serta di Ramayana Hall KJRI HK juga dipakai untuk sholat tarawih oleh teman-teman BMI HK dan para pejabat KJRI.

Suasana Kampung halaman benar-benar kami rasakan saat berkumpul dengan kawan, saudara, dan tetangga saat mengikuti sholat tarawih berjamaah, karena setiap harinya kita hanya sholat tarawih di rumah majikan, yang terasa berbeda sekali dengan sholat berjamaah di masjid.

Alhamdulilah, sekarang mama dan anak-anaknya banyak mengerti apa itu Islam dan puasa. Mamaku yang sangat perhatian padaku. Saat makan malam atau berbuka puasa, mamaku selalu bilang, “Makan yang banyak biar sehat kuat kerja karena siang kamu ‘ga makan.”

Saat makan sahur aku merasakan benar-benar sepi, jauh dari orang tua dan adik dan kakak. Aku sangat merindukan suasana kebersamaan saat buka puasa dan saat sahur. Suasana yang sangat jauh berbeda sewaktu aku masih di tanah air. Ibuku rajin menyiapkan masakan untuk buka puasa dan menu untuk sahur yang membangunkanaku disaat mau sahur. Tapi saat ini aku menjadi mandiri, bangun tanpa dibangunin dan sahur pun sendiri dan yang paling merindukan adalah suara adzan dan suara panggilan sahur dari mushola yang dekat dengan rumahku di kampung.

Tahun berikutnya, aku sudah biasa menjalani ini semua dan menikmatinya, karena setiap berlibur mengikuti pengajian dan bisa sholat tarawih berjamaah, dan cukup bilang ke mama bahwa aku ak menjalani ibadah puasa.

Buat teman-teman, aku mohon maaf lahir dan batin. Bagi yang sulit untuk menjalankan ibadah puasa, semoga Allah memberikan kemudahan untuk menjalankan kewajiban rukun Islam yang ketiga ini dengan baik. Amin! (Lutfiana Wakhid, BMI Hong Kong/Reporter DDHK News).*

 


Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org