DDHK News, Hong Kong — Berdzikir atau senantiasa mengingat Allah SWT itu tidak gampang sehingga kita memerlukan pertolongan-Nya. Hal itu tercermin ketika Rasululullah SAW mengajarkan sebuah doa kepada Muadz bin Jabbal, Allohuma aiini ‘ala dzikrika wa dzukrika wa khusni ‘ibaadatika. Ya Allah, tolonglah aku untuk bisa berdzikir kepada-Mu, tolonglah aku untuk senantiasa bersyukur kepada-Mu, dan tolonglah aku agar bisa memperbagus ibadahku.
Demikian dikemukakan Ustadz Sudiono –Satu Da’i Seribu Berkah (SDSB) Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK)– dalam tausiyahnya di pengajian Jamaah Jumat Tsim Sha Tsui (TST) BMI Hong Kong, di Masjid TST, Kowloon, Jumat (8/6).
Tiga poin itu –dzikir, syukur, dan ibadah– sangatlah penting untuk kita lakukan. Sebagai Muslim, kita wajib berdoa kepada Allah SWT. “Juga perlu diketahui, ketenteraman hati itu bukan didapat dari harta dan kekayaan atau kedudukan, tapi terdapat pada orang-orang yang senantiasa berdzikir mengingat Allah,” ungkap Ust. Sudiono.
Tausiyah juga disampaikan Ustadz Muthohir Afif dari Jakarta dan Syekh Nasir bin Shalih Al-Muzayni dari Arab saudi. Keduanya diundang oleh Bunda Fatimah dari Pondok Fatimah BMI Hong Kong.
Dikemukakannya, cukuplah menjadi sebuah kebanggaan menjadi wanita Muslimah. Tak ada laki-laki yang sukses kecuali di sampingnya ada wanita hebat, yaitu istri. Yang menjadi pendamping setia, menjadi ibu generasi yang kuat. Itu bisa didpatkan apabila wanita tersebut berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunah Rasul.
Diriwayatkan, suatu ketika Nabi SAW masuk kedalam suatu tempat yang banyak wanita berkumpul. Beliau berkata, ”Wahai kaum wanita, banyak-banyaklah bersedekah dengan hartamu! Sesungguhnya saya melihat penduduk neraka lebih banyak dari kaummu.” Mereka bertanya, ”Kenapa demikian, ya Rasul? Rasul pun mejawab, ”Karena ada dua kekurangan yang kadang tidak disadarinya. Pertama, banyak mengutuk dengan hal-hal yang tidak disenangi. Kedua, mengkufuri nikmat suami.”
“Wanita kadang tidak bisa mengendalikan diri untuk memaki atau mencaci suatu yang tidak ia sukai. Akibatnya, semua bentuk kebaikan dilupakan. Yang sudah ditakdirkan berkeluarga, tapi tidak mensyukuri suami, selalu mencari-cari kekuranganya,” kata Syekh Nasir dalam bahasa Arab yang diterjemahkan Ust. Afif ke dalam bahasa Indonsia.
Lebih lanjut dikemukakan, keberadaan suami merupakan nikmat yang harus disyukuri. Bagaimana saling mendorong dan menguatkan untuk dekat kepada-Nya.
Diungkapkan juga, dalam hadits disebutkan, semua wanita yang banyak beribadah di dunia, kelak di akhirat nanti, ketika di surga lebih cantik dari bidadari.
Digambarkan, nanti di surga tidak ada lagi yang mengeluh sakit, lapar, dan sakit lainya. Semua dalam keadaan sehat. Juga tidak ada yang merasa pendek atau gemuk karena semua nanti tingginya bukan cma 1,5, meter tapi 60 hasta, sama tingginya dengan Nabi Adam a.s.
“Maka tidak ada cara lain, selain kita berdoa kepada Allah, semoga Allah membimbing kita di dunia ini dan kelak dakhirat nanti menjadi orang yang menikmati surga firdaus. Mudah-mudahan Allah senantiasa meridhai dan merahmati kita semua,” tuturnya.
Diingatkannya, kita sudah membicarakan kemuliaan wanita, bukan berarti wanita lebih mulia dari suami. Harus disampaikan kepada wanita, bahwa sungguh suamimu adalah surgamu dan nerakamu. Kalau memberikan ketenangan, itu berarti di surga. Begitupun sebaliknya jika tidak tercipta kebahagiaan di dalamya.
Pengajian yang dihadiri lebih dari 50 BMI HK ini bertujuan menimba ilmu, terutama ilmu agama, sebagai bekal di akhirat nanti. “Selain mempererat silaturahmi sesama BMI,” ungkap Ketua Jama’ah Jum’a TST, Bunda Siti. (Zhianing Anami/BMI HK/ddhongkong.org).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org



