DDHK News, Hong Kong — Ada empat kunci agar kita mencapai kebahagian dunia dan akhirat. Pertama, lisan yang selalu berdzikir mengingat Allah Swt. Kedua, hati yang selalu bersyukur. Ketiga, tabah menghadapi ujian. Keempat, istri yang sholehah. Demikian kajian inti tausiyah yang disampaikan pengasuh Jama’ah Taman Sholaya, Ustadz Anom Suroto, S. Ag di depan ratusan jamaah pengajian organisasi BMI Hong Kong, Al-Hikmah TST Bersatu, di Masjid Tsim Sha Tsui, Ahad (24/6).
“Dzikir juga bisa di dalam hati, sambil kerja. Mengingat Allah tak putus-putus sebagai bentuk syukur kita, dan Islam tidak membebani umatnya, tidak mempersulit, dzikir itu simple!” paparnya.
Cara syukur kita yaitu dengan mempertebal keimanan dan ibadah kepada Allah Swt. Kemudian tabah saat menghadapi ujian, ucapkan” Innalillahi wa inna illaihi rijiun”. Setiap manusia di dunia pasti mendapat ujian, karena itu syarat menjadi Muslim harus bisa tabah dan sabar menghadapi ujian.
Dunia adalah lading kita beramal untuk bekal di akhirat, sedangkan alam akhirat harus melewati dulu alam dunia. Ujian bisa menjadi penghapus dosa, misalnya sakit atau kemiskinan. Jika kita kerja merantau, itu berarti kita diuji kekurangan materi, lalu kerja dengan sabar itu juga bisa menjadi penghapus dosa.
Karena mayoritas jamaah adalah kaum hawa, Ustadz Anom membahas panjang lebar soal istri sholehah. Wanita sholehah adalah perhiasan terindah, calon bidadari surgnya Allah Swt. Mekipun penghuni neraka kebanyan wanita, tapi wanita punya kemudahan memperoleh surga, semudah ia masuk ke neraka. Kuncinya ada pada lisan, berbakti pada suami, dan aurat.
Ciri istri yang sholehah yaitu ketika dilihat suami membuat hatinya tenang dan senang (bersolek hanya untuk suami, melayani suami semesra dan sebaik mungkin, tahu menempatkan dirinya), patuh terhadap perintah suami (selama tidak menyalahi syariat agama), dan bisa menjaga kehormatan dirinya dan suaminya serta harta bendanya saat sang suami tidak di rumah.
Kemudian kiat agar rumah tangga rukun, yaitu harus bisa menjaga lisan (jangan saling menyakiti), saat ada masalah berebutlah minta maaf duluan (mengalah), mengakui kesalahan, ingat kesalahan di masa lalu (introspeksi diri), dan senangkan hati pasangan kita.
“Jadilah seperti Khadijah dan Fatimah, mereka tidak mengeluh meski dalam kesulitan. Yang paling penting itu menjaga lisan, aurat dan ketaatan pada suami,” pungkasnya.
Jamaah juga diajarkan tips agar do’a cepat diterima. Adab berdo’a menurut Imam Gozali ada empat yaitu, baca bissmillah 3 kali, istighfar 3 kali, sholawat 3 kali, dan hamdallah 3 kali, lalu dilanjutkan dengan amalan lainnya. (Anita Sri Rahayu/ddhongkong.org).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org




WAHAI UKHTI MUSLIMAH YANG SEDANG MENGADU NASIB DI NEGERI ORANG, SAYA YAKIN UKHTI2 MUSLIMAH MASIH INGAT DENGAN USTD. ANOM SUROTO DARI LAMONGAN, YANG PERNAH MEMBERIKAN TAUSYIAH DI MASJID KOWLOON TST HONGKONG, PADA AKHIR BULAN JUNI 2012, SAYA DARI NEGERI INDONESIA TERCINTA SANGAT TERHARU SEKALI BILA TERINGAT ANTUSIAS WAJAH 2 SRIKANDI 2 INDONESIA YANG SEDANG MENGADU NASIB, TAPI SUBHANALLAH DALAM KONDISI YNG SULIT SEPERTI ITU UKHTI 2 MUSLIMAH MASIH MENYEMPATKAN KEGIATAN DZIKIR KEPADA ALLAH, MAKA DARI ITU HATI INI RASANYA INGIN KE SANA KEMBALI, SEMOGA ALLAH MEMPERTEMUKAN SAYA DAN UKHTI 2 MUSLIMAH DI NEGRI ORANG. SALAM TERAKHIR SAYA SEMOGA UKHTI2 MUSLIMAH SELALU DIBERIKAN KESEHATAN LAHIR DAN BATIN, TAMBAH IMAN, TAMBAH ILMU, SELALU DIBERI KEKUATAN, AKHIRNYA KHUSNUL KHOTIMAH. ( DARI SAUDARAMU MUSLIM KH. MAS AHMAD ANOM SUROTO, S.ag, Dalang Tanpo Wayang. Pengasuh Jama’ah Dzikir Taman Sholaya Prov. JATIM / dan DA’I MABES POLRI )