DDHK News, Hong Kong — Berdasarkan sabda Rasulullah Saw, ada tiga macam ibadah yang menempati tingkat tertinggi di depan Allah Swt, yaitu shalat tepat waktu (habluminallah), berbakti pada kedua orang tua (habluminannas), dan jihad di jalan Allah Swt (fi sabilillah).
Demikian topik materi pembuka yang disampaikan Ustadz Lukman Sayadi alias Ust. Joker dari Majelis Dzikir Az-Zikra Jakarta yang hadir di Hong Kong(HK) bersama Ustadz Muhammad Nata S.Ag di acara pengajian dan dzikir akbar Isra Mi’raj dan milad ke-8 Al-Istiqomah Muslim Society(AIMS) BMI HK, didukung Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK), di Masjid Tsim Sha Tsui, Minggu (13/5).
“Jika perintah ibadah puasa, sedekah, dan ibadah lainnya Allah cukup memberikan wahyu melalui malaikat Jibril pada Nabi Muhammad, tapi beda dengan perintah shalat. Allah langsung memanggil beliau untuk menyampaikannya, yaitu dalam peristiwa Isra Mi’raj, sehingga kedudukannya sangat penting dalam Islam, tiangnya agama kita,” ujar Ust. Joker.
“Jangan pernah meninggalkan shalat, kecuali dengan alasan yang dibolehkan dalam syiari’at Islam bagi wanita (haid, nifas, wiladah), tapi bagi laki-laki tidak alasan untuk meninggalkannya. Jika dalam perjalanan dipermudah dengan jama atau qashar, jika sakit boleh berdiri, duduk, berbaring dan hanya dengan isyarat saja jika sudah parah, masih harus mendirikan shalat, saking wajibnya,” jelas ustadz Joker.
Ia juga menjelaskan, secara bahasa shalat bermakna do’a karena di dalamnya terdapat do’a sebagai media komunikasi kita dengan Allah Swt. Shalat membedakan kita dari orang kafir dan bukan hanya kewajiban namun kebutuhan hidup kita. Jika paham, betapa banyak rahasia dari perintah shalat yang sudah diatur tata cara gerak dan waktunya oleh Allah.
Menurut penelitian ilmiah seorang profesor mualaf asal Jepang, ada teori keajaiban waktu sholat yang membuatnya yakin memeluk Islam. Kenapa perintah sholat itu lima waktu? Dijelaskannya, ada 55 tenaga alam minor yang harus diserap oleh manusia selama satu hari dan hanya ada 5 tenaga mayor yang harus diserap dan sangat memiliki manfaat besar bagi manusia. Kelima waktu mayor itu ternyata ada pada awal waktu sholat.
“Itulah sebabnya, sholat tepat waktu itu menjadi amal yang baik bagi kehidupan kita serta merupakan amal ibadah yang Allah tinggikan,” tegasnya.
Misalnya, saat sholat Subuh, mengandung tenaga alam mayor biru muda yang sangat berpengaruh pada semangat kerja dan itu tentu mempengaruhi pada berkah rezeki kehidupan kita. Saat sholat Zhuhur, mengandung spektrum warna kuning yang sangat berpengaruh pada rona wajah dan sistem pencernaan, ini bisa jadi obat bagi penderita penyakit maag bahkan yang kronis menjadi sakit liver, pasti rona muka yang sakit liver itu berwarna kuning bukan? Sarankan untuk sholat Zhuhur tepat waktu.
Untuk rahasia gerakan sholat, misalnya saat mengangkat tangan takbir dalam sholat itu membuat pori-pori tangan terbuka, saat duduk tahyat kaki sebelah kiri tertekan oleh berat tubuh itu berfungsi pada otot penyebab asam urat atau lemah syahwat, kemudian saat sujud membuat peredaran arah ke otak lancar, karena secara ilmiah ada sel-sel dalam otak yang hanya bisa dialiri darah saat posisi jantung lebih tinggi dari kepala, yaitu sujud. Sujud menjadi simbol kita adalah hamba Allah, sujud memberikan ketenangan, dan sujud adalah waktu yang tepat bagi kita berdo’a pada-Nya.
“Lebih lama sujud, lebih lama berd’oa. Rasakan perbedaanya. Meninggalkan sholat kita berarti rugi telah kehilangan lima tenaga mayor alam, dan durhaka karena telah meninggalkan perintah-Nya. Biasakan, berkumandang adzan segera dirikan sholat, tapi jangan terlalu rajin, jam sebelas sudah sholat Zhuhur. Tetap waktu intinya,” tandasnya dengan nada canda.
Pengajian ini dihadiri perwakilan KJRI HK Bambang, Bank Mandiri HK Rahmat Widianto, Bank BNI Miki, dan organisasi undangan. Ratusan jamaah juga mendapat majalah Iqro DDHK gratis saat masuk dan menyerahkan tiket.
Acara dimulai jam 10 pagi, dengan bacaan sholawat, lalu lantunan ayat suci Al-Qur’an dari aktivis Rantai Pria Indonesia Hong Kong (RAPINHONG) Rahman dan Mujiatun (AIMS).
Tausiyah hingga Zhuhur, lalu dzikir bersama yang dipimpin Ustadz Nata yang juga membimbing empat mualaf mengucapkan kalimah syahadat di akhir acara. Mereka BMI beragama Hindu, Budha, dan Kristen Protestan –Trisnawati, Budi Lestari, Ana, dan Riani. (Anita Sri Rahayu/ddhongkong.org).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org


