DDHK News English Version
Home » Featured, Hong Kong » Pelatihan Business Plan: Ayo, Dirikan HK Travel dan Bisnis Online!

Sayur MiderDDHK News, Hong Kong — Pelatihan Wirausaha Business Plan “The Power of Sayur Mider” yang diadakan Dompet Dhuafa Hongkong DDHK bekerja sama dengan Rumah Perantau Indonesia (Peri) di Masjid Ammar Wanchai berlangsung lancar dan meriah.

Menghadirkan pembicara Abdul Aziz (entrepreneur dan pengusaha) dan Larissa Rena Mansura (Mahasiswa S2 Teknic Informatika Polytechnic Universyti Hongkong), pelatihan dikalukan selama dua hari, 19-20 Mei. Ratusan peserta (BMI HK) memenuhi ruangan Masjid Ammar Wancai Lantai 6. Semua peserta mengikuti pelatihan penuh antusias.

Acara yang dikemas dalam dialog dan konsultasi bisnis ini mendapat respon baik. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan bagus dan menarik, seperti tentang usaha travel, ternak ikan gurami, bisnis kue kering, dan soal utang-piutang.

Abdul Aziz menjelaskan dengan gamblang, walaupun sesekali canda tetapi tetap serius, usaha travel sangat hebat. “Bikin nama HK Travel (Hongkong Travel). Ini merupakan peluang yang sangat bagus, dari 150 ribu orang BMI HK setiap dua tahun sekali pasti ada yang pulang,” tuturnya.

Dikatakannya, sudah saatnya BMI bangkit. Sudah saatnya BMI mandiri. Sudah saatnya BMI tidak ditipu lagi. “Kita wujudkan HK Travel dari BMI untuk BMI, nanti kalau HK Travel sudah berdiri, PJTKI yang ada di Indonesia harus memakai HK Travel. Kalau tidak memakai HK travel, Black List!” tegasnya.

“Begitu juga kalau kita beli tiwul, beli tiwul Trenggalek, hasil karya BMI, kalau bukan hasil BMI tidak usah beli, tetapi kualitas harus tetap nomor satu,” imbuhnya.

Suatu saat, katanya, bisa terjadi HK Travel berdiri serentak di seluruh Indonesia, dari daerah kita masing masing. “Yang ramai itu yang berbasis BMI. Insya Allah bersama kawan-kawan saya obori teman-teman yang lain,” ujarnya.

Tentang gurami, ia menjelaskan kebutuhan pasar sangat besar, tetapi barangnya sangat sedikit dan sulit.

Menanggapi pertanyaan kalau di kampung kalau tidak boleh utang tidak laku, kembali Abdul Aziz melontarkan pertanyaan kepada peserta. “Pernahkah kawan-kawan ngutang di 7Eleven, di Indomarket, di Candra di Ramayana?” Jawaban dari teman teman serentak, “Tidak….!” “Kenapa tidak boleh utang?” kembali Abdul Aziz bertanya. Jawaban dari peserta bervariasi. Salah satu jawabannya karena tidak mengutangkan.

Kalau sejak awal POSMI (Power of Sayur Mider) tegaskan tidak melayani utang dan itu tidak akan terjadi utang-piutang. “Tapi saya yakin, pasti laku, tapi produknya harus yang baik. Untuk edukasi seperti itu, kita harus tegas untuk bilang ‘ini Indomarket berjalan’ dan kalau mau utang di bank, mental perlu dilatih, kita harus mengedukasi masyarakat, kalau kita semua punya cita-cita insya Allah terkabul,” tuturnya.

Dari setiap grup yang dikelompokkan sesuai dengan daerah asal menurut kabupatennya, sungguh luar biasa bermunculan ide ide yang sangat bagus dan unik. BMI HK punya bakat untuk berbisnis. Nilai terbaik diraih oleh grup dari Ponorogo yang menampilkan beberapa produk dan hasil olahan tani, herbal, makanan, dan hiburan kesenian daerah, yaitu Reog Ponorogo.

Acara dilanjutkan pelatihan online marketing yang disampaikan Larisa Rena Mansura. Disampaikannya, banyak bisnis yang sukses dengan sistem online marketing. “Ciptakan identitas online untuk bisnis Anda,” katanya.

“Buatlah alamat email yang utama, website/blog, akun FB, twitter,  kaskus, dan lain-lain. Cari nama yang mudah diingat dan menarik, pakailah salah satu media yang Anda kuasai, contoh akun facebook,” imbuhnya.

“Kita rangkul konsumen dengan promosi bisnis dan posting tentang topik yang menunjang bisnis, interaksi dengan konsumen, jadilah kreatif, dan transaksi penjualan bisa dilakukan online dan off line.”

Bagi teman teman yang ingin belajar marketing online bisa menyapa Larissa Rena di email: larissa.rena@gmail.com.

Sambutan GM DDHK

Dalam sambutannya sebelum pelatihan, General Manager DDHK Ust. Ahmad Fauzi Qosim mengatakan, selain lembaga zakat dan kemanusiaan, Dompet Dhuafa juga merupakan lembaga pemberdayaan sesuai dengan motonya caring, networking, dan empowering.

“Saat ini DD HK mencoba menguatkan sinergi pagi para BMI yang akan kembali ke Indonesia melalui simpul-simpul eks volunter DDHK di bawah koordinasi Migrant Institute di Jakarta dan alhmadulillah sudah ada 5 simpul yang berfungsi sebagai jarringan eks BMI HK, penguatan kapasitas, dan pusat informasi terkait HK di wilayah masing-masing. Lima simpul itu adalah Malang, Ngawi, Banjarnegara, Subang, dan Ciamis,” jelasnya.

Ke depannya akan banyak simpul lagi di bawah koordunasi MI. “Selain itu, kita juga memanfaatkan jaringan Social Entrepreneur Leader (SEL) yang merupakan para perwakilan Dompet Dhuafa,” imbuhnya.

Soal “The Power of Sayur Mider”, menurut Ust. Fauzi, itu merupakan gagasan yang jitu dan realistis yang bisa diterapkan oleh para eks BMI HK untuk memulai usaha dengan menggunakan potensi dan sumberdaya lokal yang ada.

“Melalui gagasan Pak Azizi inilah DDHK berharap kita punya jaringan sbagai pengembangan usaha teman-teman BMI melalui gagasan The Power of Sayur Mider atau POSMI di seluruh nusantara dan tentunya adalah mulai dari hal yang kecil dan lakukan perencanaan dan aksi sejak dini,” pungkasnya. (Lutfiana Wakhid/ddhongkong.org).*


Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org