DDHK News English Version
Home » Dunia Islam » Muslim Yunani Jadikan Ruang Bawah sebagai Masjid

Greek Muslims mosqueKarena belum juga memiliki masjid, Muslim Yunani menjadikan ruang bawah tanah apartemen dan tempat-tempat tidak terpakai lainnya sebagai tempat shalat atau masjid.

“Semua pemeluk agama lain di sini –Yahudi, Budha– mereka memiliki tempat ibadah, tapi kami tidak,” kata Osama Al-Najjar, 48, seorang pengawas industri perminyakan. “Kami terpaksa shalat di ruang bawah tanah.”

Muslim Yunani telah lama mengusulkan pembangunan masjid besar untuk mengakomodasi kebutuhan tempat ibadah. Jumlah kaum Muslim sendiri terus tumbuh di negara ini. Pemerintah Yunani berjanji untuk mengizinkan pembangunan masjid di Athena, namun hingga kini belum terealisasi.

Sekitar 130 ruang bawah tanah atau gudang pengap di Athena saat ini berfungsi sebagai masjid sementara untuk sekitar 200.000 Muslim yang diperkirakan tinggal di ibukota Yunani. Puluhan ribu imigran Muslim melakukan shalat di rumah-rumah pribadi dan telah melakukan perjalanan ratusan kilometer ke utara Yunani untuk acara pernikahan, pemakaman, dan upacara keagamaan lainnya.

Pihak Gereja Ortodoks tetap bersikeras bahwa orang Yunani tidak siap untuk melihat sebuah menara masjid di pusat kota Athena.

Lebih dari setengah warga Yunani yang disurvei tahun lalu menentang pembangunan masjid. Selain tanpa masjid, Muslim di Yunani juga kekurangan imam atau ulama.

Jumlah Muslim Yunani sekitar 1,3 persen dari total penduduk Yunani yang mayoritas Kristen Ortodoks. Di Athena sendiri tinggal sekitar 100.000 imigran Muslim Albania, Mesir, Pakistan, Bangladesh, Maroko, Suriah, dan Nigeria. (Mel/Onislam.net/ddhongkong.org).*


Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org