Muslim Prancis kini memiliki lahan pemakaman khusus di kota Strasbourg yang diresmikan Senin (6/2). Para pejabat lokal dan para pemimpin Muslim menghadiri upacara peresmian lahan pemakaman berkapasitas sekitar 1.000 kuburan itu.
Kepala Dewan Muslim Prancis, Mohammed Moussaoui, memuji pembukaan lahan pemakaman tersebut. Ia menyebutnya sebagai “saat bersejarah” bagi umat Islam di Prancis dan simbol penting bagi masyarakat Muslim.
“Jika sebuah komunitas agama harus merasakan eksistensi sepenuhnya di sebuah kota, ia harus dibantu dalam membangun tempat ibadah dan tempat pemakamannya,” kata Walikota Strasbourg, Roland Ries, kepada kantor berita Prancis, AFP.
Perancis mengakut sekulerisme yang menegaskan adanya pemisahan gereja dan negara. Karenanya, hukum Prancis melarang pemakaman yang dibatasi hanya untuk satu agama.
Namun wilayah Alsace-Moselle, yang mencakup Strasbourg, beroperasi di bawah hukum yang berbeda. Wilayah itu sebelumnya dikuasai Jerman dan diserahkan kepada Prancis setelah Perang Dunia I.
Prancis merupakan negara berpenduduk minoritas Muslim terbesar di kawasan Eropa Barat. Diperkirakan terdapat lima hingga enam juta Muslim di Prancis. (Mel/AFP).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org



