DDHK News, Hong Kong — Majelis Taklim Indonesia Macau (Matim) yang dikelola oleh BMI Macau berdiri pada 5 Mei 2005. Kegiatannya meliputi belajar komputer, menjahit, Iqro, tajwid, hafalan Al-Qur’an, dan Qiro’ah dengan mendatangkan ustadzah sebulan sekali dari Dompet Dhuafa Hong Kong, Badriyah Becce (LPTQ), dengan anggota aktif setiap minggunya sekitar 50 BMI Macau.
Selain itu, Matim juga mengadakan training danmembuka perpustakaan terbuka untuk siapa saja baik anggota maupun non-anggota.
“Tujuan utama Matim adalah berdakwah,” kata Ketua Matim, Ai Dariyah, kepada reporter DDHK News. “Mengingat keadaan kita tinggal di negara yang mayoritas non-muslim, diharapkan Matim dapat mengajak teman-teman untuk memanfaatkan hari libur dengan kegiatan yang bermanfaat agar bisa menjadi bekal jika nanti pulang ke Indonesia.”
Menurut Ai, kebanyakan BMI di Macau awam tentang agama. “Jadi disini kita berusaha untuk mengajak mereka, terutama agar kita bisa melindungi diri kita sendiri, minimal bisa menjadi wanita yang berakhlaqul karimah sesuai dengan yang dicontohkan Rasul.”
“Awal mula berdiri Matim karena keadaan teman di luar tanpa tujuan/pegangan. Waktu itu belum ada sama sekali organisasi muslim yang berdiri. Jadi, Matim ini yang pertama kali berdiri supaya mereka ada kegitan sesuatu yang bermanfaat dan prihatin dengan kehidupan mereka di luar jauh dari tuntunan agama Islam dan kami berharap agar mereka bisa kembali ke jalan yang lurus.”
Ai mengatakan, kala itu pengurus belum banyak, sekitar 5-7 orang. “Kita tetap berjalan dan meminta rekomendasi dari Bapak Muhaemin (IUHK) dan alhamdulillah Matim bisa berdiri seperti sekarang ini walaupun dengan tertatih-tatih.”
Matim juga mendirikan Shelter untuk membantu teman-teman yang sementara menunggu visa baik dari Hong Kong maupun yang di Macau dan menyediakan tempat bagi teman-teman yang stay out. “Kita berusaha membantu untuk mengatasi masalah yang dialami BMI,” terangnya.
Kasus teman yang paling berat karena over stay dan ditelantarkan agent.
“Saya pribadi hampir 4 tahun bergabung dengan Matim, tiga kali pergantian ketua. Karena setiap dua tahun sekali ada pergantian ketua,” ujar Ai.
Kegiatan rutin setiap minggu antara lain dzikir, Yasinan, istighosah, dan rebana yang tujuannya untuk lebih mempererat tali silaturahmi.
“Kesannya sama-sama berjuang lillahi ta’ala, tidak ada kendala yang tidak bisa diatasi ,tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan jika semuanya semata-mata karena Allah,” pungkas Ai di sela-sela acara pelatihan komunikasi yang diadakan Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) 15 Juli lalu. (Rima Khumaira/ddhongkong.org).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org




Kok gak bisa di share, tidak seperti biasanya?? kenapa ada apa?? nuhun