DDHK News, Hong Kong — Mari kita bersyukur kepada Allah Azza Wajalla dengan rasa syukur yang kita wujudkan dengan meningkatkan kualitas diri kita, kualitas kesalihan, kualitas hidup, kesalihan hati, dan kualitas pikiran. Demikian dikemukakan oleh Ustadz Abu Syadza (Dai SDSB DDHK) di hadapan Jamaah Majelis Al-Muhaajiroh Tai Po BMI Hong Kong, di atas jembatan Tai Po Cungsam/Centre, Hong Kong, Sabtu (9/6).
“Bertambahnya ilmu dan kebijaksanaan kita, yang insya Allah rasa syukur yang kita refleksikan dalam bentuk peningkatan kualitas iman dan amal, akan menjadikan hidup kita makin indah dan menyenangkan, bukan kehidupan yang sempit penuh dengan persoalan,” katanya.
“Karena sesungguhnya kalau kehidupan ini tidak diisi dengan keindahan-keindahan hidup, kalau tidak dipadu dengan keindahan perilaku, yang tidak dipadu keindahan lisan atau ucapan, dan yang tidak dipadu dengan rahmat dari Allah, maka hidup hanya sekadarnya, bahkan kehadiran kita ke dunia ini hanya akan menjauhkan dari Allah SWT.”
Dikemukakannya, Rasulullah SAW pernah menegaskan, sahabat yang baik salah satu cirinya adalah jika kau bertemu maka bertambahlah ilmumu. Maka carilah sahabat yang seperti itu, karena bicara soal ilmu, kalau kita ingin kesuksesan dunia harus dengan ilmu, ingin kesuksesan akhirat juga dengan ilmu. “Dengan ilmu akan mendapatkan kebijaksanaan, kearifan hidup,” katanya.
Selain itu Ustadz Abu Syadza juga menjelaskan sebuah hadits, barangsiapa membaca tasbih 100 kali, maka Allah akan memberi dua penghargaan. Pertama, orang yang membaca tersebut mendapat penghargaan seperti melakukan 1000 kebaikan. “PPenghargaan yang kedua adalah Allah menghapus 1000 kesalahan,” tuturnya.
Menurutnya, bacaan tasbih yang dianjurkan oleh Rasulullah adalah bacaan tasbih yang paling baik, yaitu “Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa ridha nasihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi”. Artinya, “Mahasuci Engkau ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu. Puji hamba sebanyak bilangan makhluk-Mu. Puji hamba seluas keinginan ridha-Mu. Puji hamba seberat perhiasan Arsy-Mu. Puji hamba sebanyak bilangan kalimat-Mu” (HR. Muslim).
Tausiyah dilanjutkan oleh Ustadz Sudiono Atmaterjo dari Balikpapan yang juga da’i SDSB DDHK yang menjelaskan tentang zakat profesi, yaitu zakat penghasilan sebesar 2,5% dari gaji per bulan. Dengan zakat itu, harta akan menjadi suci, berkah, dan dibalas oleh Allah dengan berlipat ganda. (Lutfiana Wakhid/ddhongkong.org).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org



