DDHK News English Version
Home » Hong Kong » Lebih Dekat dengan Grup Sholawat “Boy Band” Mahabbatain

MahabbatainDDHK News, Hong Kong — Grup Sholawat “Boy Band” Mahabbatain sudah tidak asing lagi bagi pecinta sholawat di kalangan organisasi Muslimah BMI Hong Kong. Vokalis Mahabbatain, H. Khoirul Yani, menceritakan kepada DDHK News, sejak lulus SD ia mondok di Langitan, Tuban, Jawa Timur, tahun 1993.

“Waktu itu di pondok langitan belum ada grup sholawat. Tahun 1995 baru ada grup terbangan atau rebana, dan Langitan mengikuti lomba se-Jawa Timur pada Festifal Sholawat Qurda. Alhamdulilah, Langitan dapat juara satu,” kenangnya.

“Setelah itu, dari teman-teman yang besar, Syamsudin, Muhaimin dari grup Annabawiyah, membuat rekaman. Terus ada lagi di Langitan, ada grup Ar-Rauda dan yang terakhir grup saya, Al-Mughtasida.”

Al-Mughtasida berdiri pada akhir tahun 1998 pada waktu Gus Dur jadi Presiden RI dan gencar-gencarnya PKB. Pencetusnya Romo Yai KH Abdullah Faqih dari Langitan.

“Waktu saya mengeluakan kaset pertama kali, Wurudal Musyarof, kerjasama dengan Musica Record Jakarta, dan yang kedua Ya Robi Antal Hadi, saya di Mughtasida bersama Rofiq, Bukhori, yang kedua sama Mu’id. Selama di Langitan saya mengeluarkan empat album. Alhamdulilah, bisa memberi sedekah ke pondok pesantren Langitan satu kaset ada 30% masuk pondok Langitan.”

Khoirul Yani pun menyatakan terima kasih kepada Pondok Pesantren Langitan. “Saya luar dari pondok pesantren Langitan, saya bisa naik haji itu dari hasil 150 ribu, waktu itu saya dapat uang sekitar 50 jutaan dan langsung saya daftarkan diri naik haji dan orang tua masih belum tahu dan waktu itu juga belum menikah. Setelah naik haji terus nikah.”

Karena sudah keluar dari Langitan, Pondok Langitan tidak memperbolehkan memakai nama Al-Mughtasida lagi. Akhirnya ia bersama Mu’id memakai nama Mahabbatain. “Saya condongkan dengan Al-Mughtasida biar sama,” katanya.

Al-Mughtasida artinya sedang-sedang saja dan Al-Mahabbatain artinya dua cinta. “Terus ketemu Mas Haris, Agung, Fajar, dan Mas Kiki. Waktu itu posisi anak-anak itu penggemar saya yang sering datang ke rumah saya.”

Sebenarnya Haris, Agung, Fajar, dan Kiki sudah punya grup sendiri di Mojokerto yang selalu membawakan lagu-lagu di Langitan. “Waktu itu Mas Fajar masih duduk di kelas 4 SD, Kiki kelas 6 SD, pokoknya mereka belum sunat. Agung dan Haris masih Tsanawiyah. Mereka kami ajak berjalan ke mana-mana.”

Khoirul Yani pun hijrah ke Mojokerto.

Al-Mahabbatain berdiri mulai tahun akhir 2002. Tahun 2008 Mu’id keluar dari Al-Mahabbatain. Nama kata “Al” dalam Al-Mahabbatain pun dihilangkan menjadi “Mahabbatain” sampai sekarang.

Mahabbatain sudah mengeluarkan delapan Album. Album pertama kalinya Senandung Al-Quran, Subhanak, Laila Syaro, lalu kolaborasi dengan putri pemain musik Haji Kholik, Faradina Fitriya, judulnya Habibi, Rindu Baginda, Tauhiduka, Life in Hongkong, dan Panggilan Jiwa.

Sekarang dalam perintisan album terbaru, judulnya “Ah Zalul Qolbi”, artinya patah hati karena cinta kepada Allah dalam rangka menyongsong bulan Ramadhan juga ada lagunya Ramadhan, Nuta Jalla, yang sekarang dalam proses.

Sampai saat ini Mahabbatain masih ada lima orang, tetapi kalau acara di Indonesia ada tujuh orang. Sun’an dan H. Abdul Kholik selalu mengiringi Mahabbatain ke mana-ana. MC-nya satu dan pemusiknya satu.

Khoirul Yani juga membuat grup lagi, namanya Payung Sholawat. “Payung Sholawat itu ceritanya saya sewaktu sowan ke Romo KH. Qusaini Ilyas, sesepuh Ponpes di Mojokerto, saya dikasih ijazah. Saya disuruh mengamalkan Sholawat Payung, terus saya otak-atik kembali menjadi Payung Sholawat yang insya Allah bisa melindungi kita.”

“Saya merekrut anak-anak kecil yang berbakat qiroah, sholawat, dan yang ingin bergabung saya kasi wadah Payung Sholawat. Mudah-mudahan lancar.”

Mahabbatain petama kali datang ke Hong Kong atas undangan Lembaga Dakwah Azzahra (LDA) tahun 2009 dan yang kedua juga atas undangan LDA. Untuk kehadirnya yang ketiga atas undanga JDU Firdaus. Insya Allah 27 Mei grup Mahabbatain hadir kembali atas undangan Majelis Taklim Tsuen Wan. (Lutfiana Wakhid/ddhongkong.org).*


Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org

One Response to “Lebih Dekat dengan Grup Sholawat “Boy Band” Mahabbatain”

  1. amar ma'rufi December 18, 2012

    bang,saya mau tanya?
    Sebenarnya grup al-mahabbatain tu darimana sich asalnya ?
    aku mau ngundang grup al-mahabbatain untuk menghadiri pesta pernikahan kakak saya yang berada di tangerang, dan boleh ga’ saya minta nomor hp nya !

    Reply