Kurban Atas Nama Orang Tua, Boleh?

Assalamu ‘alaikum wr wb,, maaf mau bertanya.,,jika Qurban sunnah dari bapak kami, bagaimana hukumnya anak yang qurban untuk kedua orang tuanya & juga untuk saudara???,,, sebelmnya syukron atas penjelasannya… salam santun^^

JAWAB: Wa’alaikum salam wr wb. Ini masalah khilafiyah, namun mayoritas ulama membolehkannya, silakan.

Dalam beribadah kurban harus disertai niat berkurban untuk Allah atas nama dirinya. Berkurban atas nama orang lain, menurut mazhab Syafi’i, tidak sah tanpa seizin orang tersebut. Demikian pula atas nama orang yang telah meninggal, tidak sah bila tanpa dasar wasiat.

Ulama Maliki mengatakan, makruh berkurban atas nama orang lain. Ulama Hanafi dan Hanbali mengatakan, sah saja berkurban untuk orang lain yang telah meninggal dan pahalanya dikirimkan kepada almarhum.

Ulama yang mengatakan boleh berkurban untuk orang tua, entah yang masih hidup ataupun yang telah meninggal berdalil dengan riwayat Rasulullah Saw yang pernah berkurban dengan dua hewan kurban: yang satu untuk diri beliau dan keluarga beliau, yang satunya lagi untuk umat beliau yang bertauhid. Haditsnya, Rasulullah Saw bersabda: “Dengan menyebut nama Allah, Allahu akbar, ini adalah kurbanku dan kurban siapa saja dari umatku yang belum berqurban.” (HR Daud, Tirmidzi, dan Ahmad).

“Dahulu seseorang pada zaman Nabi, seseorang menyembelih seekor kambing untuk dirinya dan keluarganya. Lantas mereka memakannya dan membagikannya kepada orang lain” (HR. Ibnu Majah dan at Tirmidzi).

“Apabila seseorang berkurban dengan seekor kambing atau domba dengan niat untuk  diri dan keluarganya, maka telah cukup untuk orang yang dia nia tkan dari  keluarganya, baik yang masih hidup atau pun yang sudah mati” (Hukum Udhhiyah, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin). Wallahu a’lam. (Tim Asatidz DDHK).*

 

Get News Updates from DDHK on Your Email
SHARE THIS. SEBARKAN KEBAIKAN!
Posted on August 29, 2013

Leave a comment