DDHK News, Hong Kong — Masalah Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) akan dibicarakan di dua tempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan, Ahad 13 Mei 2012, yaitu di KJRI Hong Kong dan di Victoria Park, Causeway Bay, Hong Kong.
Di JKRI, mulai pukul 11.00, acara seminar sehari bertema “Reintegrasi & Sosialisasi KTKLN” diselenggarakan Koalisi Organisasi Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong (KOTKIHO) dengan dukungan KJRI, BNP2TKI, Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK), dan Warung Chandra.
Dijadwalkan tampil sebagai pembicara Teguh Wardoyo (KJRI), Kharisma Yosak (BNP2TKI), H. Imam Nahrowi (eks BMI asal Lampung), Chandra (pengusaha sukses di HK). Tempat di Ruang Mezanin KJRI HK.
Di Victoria Park acara bertajuk “Forum Terbuka dan Panggung Budaya BMI” diselenggarakan oleh Aliansi Cabut UUPPTKILN No. 39/2004 yang beranggotakan ATKI HK, IMWU HK, PILAR HK, LiPMI, dan GAMMI HK, akan membahas topik seberapa penting KTKLN bagi BMI, skema di balik tingginya potongan agen, dan buruknya layanan konsulat. Acara ini didukung Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK), Tabloid Apakabar, dan Bank Mandiri HK.
BNP2TKI mewajibkan setiap WNI yang bekerja di luar negeri memiliki KTKLN. Namun, banyak TKI mengeluhkan sulit dan mahalnya pengurusan KTKLN. Bahkan, kewajiban KTKLN dinilai sebagai ajang pemerasan baru terhadap TKI. Lagi pula, kepemilikan KTKLN tidak menjadi jaminan perlindungan dan pemenuhan hak-hak BMI. (Mel/ddhongkong.org).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org



