Jilbab Model Punuk Unta, Tidak Boleh?

Published on August 10th, 2012 by | Category: Featured, Konsultasi Islam


Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Saya pernah baca di sebuah status di FB tentang hadist yang menyatakan “Tidak akan mencium baunya surga seorang muslimah yang berjilbab tapi telanjang, berjalan melenggak-lenggok badan di depan sekumpulan lelaki yang bukan muhrimnya, kepalanya menyerupai punuk unta yang miring “

Yang saya tanyakan: apa yang dimaksud dengan punuk unta yang miring? Apa mungkin jilbab gaul yang modelnya (sanggul) seperti punuk unta itu haram hukumnya? Makasih pak ustadz… wassalamu’alaykum warahmatulahi wabarakatuh.

JAWAB: Wa’alaikum salam wr wb. Ya benar, para ulama menafsirkannya sebagai jilbab gaya punduk unta yang modelnya sanggul. Itu haram hukumnya menurut para ulama berdasarkan hadits karena model itu justru bisa menarik perhatian.

Hadits dimaksud terjemahan lengkapnya sebagai berikut:

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya, (1) Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia (maksudnya penguasa yang dzalim) dan (2) perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi syurga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu (jaraknya jauh sekali).” (HR. Muslim dan yang lainnya).

Penafsiran yang masyhur makna “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta” adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta.

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam fatwanya menyatakan, seorang wanita mengumpulkan (menggelung/sanggul) rambutnya di atas lehernya dan di belakang kepalanya yang membentuk benjolan sehingga ketika wanita itu memakai hijab, terlihat bentuk rambutnya dari belakang hijabnya  adalah kesalahan yang terjadi pada banyak wanita yang memakai jilbab. Sesungguhnya hal ini menyelisihi syarat hijab yang telah kukumpulkan dalam kitabku “Hijab al-Mar’ah al-Muslimah minal Kitab was Sunnah”.

Di antara syarat-syarat tersebut adalah pakaian mereka tidak membentuk bagian tubuh atau sesuatu dari tubuh wanita tersebut, oleh karena itu tidak boleh bagi seorang wanita menggelung rambutnya dibelakang kepalanya atau disampingnya yang akan menonjol seperti itu, sehingga tampaklah bagi penglihatan orang, walaupun tanpa sengaja bahwa itu adalah rambut yang lebat atau pendek. Maka, wajib untuk mengurainya dan tidak menumpuknya. (Fatwa ‘Al-Lajnah Ad-Da’imah). Wallahu a’lam.* (Tim Asatidz DDHK News)

Get News Updates from DDHK on Your Email
SHARE THIS. SEBARKAN KEBAIKAN!

Tags: , , ,


About the Author

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya



20 Responses to Jilbab Model Punuk Unta, Tidak Boleh?

  1. ika says:

    sangat bagus artikelnya..aku sejak mengikuti kajian tentang materi seperti ini sekarang tidak pakai kerudung yang mirip punuk unta :)

  2. roro says:

    Assalamu’alaikum…
    tidak boleh menyanggul bukan berarti rambut harus dibiarkan terurai ukhti. kalau boleh berbagi tips, kita bisa mengikat rambut, tapi ikatannya sejajar dengan tengkuk leher. kalau rambutnya terlalu panjang bisa dilipat beberapa kali. seberapa panjang rambut kita Insya Alloh bisa tertutup dg baik + tanpa kelihatan seperti punuk unta.
    silahkan dicoba…. ^_^

  3. Mona says:

    Saya pernah mencoba menggunakan jilbab dengan rambut terurai.
    Tapi hasilnya rambut saya keluar terus.
    Sedangkan rambut itu adalah aurat yg tidak boleh di perlihatkan.
    Tetapi jika rambut saya di gelung,rambut saya tidak ada yang keluar dari jilbab.
    Tolong beri saya solusi.

  4. Hartini says:

    Assalamu’alaikum
    maaf saya mau bertanya, apakah yg dimaksud dgn punuk unta hanya seperti gambar diatas?
    Kalau selain dr gambar diatas berarti diperbolehkan?

    Terima kasih :)
    wasslmlkm

  5. cantik jelita says:

    Editor nya kl menjelaskan kaku banget spt dia yang buat aturan,padahal اَللّهُ SWT aja tidak kaku,karena islam itu mudah ,tidak mempersulit.

  6. karimah says:

    Kenapa penjelasan hadist ini tidak ada yang benar2 jelas dan memuaskan saya? Mohon penjelasan yg lebih jelas dan bisa dicerna orang awam. Jgn cuma berakhir dgn ya pokoknya begitu haditsnya. Padahal bahasa hadits dan bahasa kita sehari2 jelas berbeda. Kasihan org awam. Termasuk yg baru belajar seperti saya. Sebagian besar teman saya berkerudung. Mereka muslimah yg taat, kasihan jika akhlak mereka hanya dinilai dari ikatan rambut di dalam kerudung mereka. Tentunya ada penjelasan mengapa rambut diikat. Kalau tidak diikat betapa repotnya. Apakah semua muslimah harus cepak supaya tdk berkuncir di dalam kerudung? Bagaimana jika suaminya meminta rambutnya tetap panjang? Mohon penjelasan yg lebih bisa memberi solusi dan sipertanggungjawabkan. Apakah benar hadist tsb artinya demikian. Karena saya yakin Allah Maha Pngasih lagi Maha Penyayang. Jgn sampai menggunakan hadits yg penjelasannya Anda sendiri masih bingung (cuma bisa jawab:ya pokoknya begitu). Sejak kapan agama kita jadi dogmatis?
    Mohon maaf atas comment saya.

    • editor says:

      mohon maaf, mohon dijelaskan apa yang dimaksud “..tidak ada yang benar2 jelas dan memuaskan saya..” karena kami kira artikel di atas sudah sangat jelas, silakan disimak lagi baik-baik… Gambarnya pun sangat jelas. Silakan konsultasikan juga dengan ulama/ustadz yang Anda percayai jika masih ragu dengan jawaban tim asatidz kami di atas… Wallahu a’lam…

  7. Jahari says:

    Assalamu’alaikum Wr Wb.
    Dihukumi sama saja dengan wanita yg tak menutupi auratnya, apabila ada wanita yg berjilbab, namun masih terlihat lekuk atau bentuk tubuhnya… Sehingga bisa mengundang kemaksiatan, malah lebih lebih parah apabila seorang wanita yg mengerti akan aurat, namun tidak bisa menutupinya daripada yg tidak mengerti sama sekali(awam). Terimakasih.

  8. arie says:

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
    terima kasih atas infonya, mengenai hadist di atas apakah harus dilihat perbagian seperti itu, kl dilihat satu kesatuan. kata2″ Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok” menurut saya itu kalimat penjelasan atau yg memperkuat kalimat sebelumnya. jadi fokusnya harusnya ke kalimat “perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan” (ini kalimat kuncinya).
    seperti kita tidak bisa menafsirkan alquran sepenggal c/o: seorang pria boleh beristri sampi 4 orang, harus dilihat kalimat sebelum dan sesudahnya.
    (ini hanya pendapat saya saja).
    mohon tema ini bisa dikaji lebih dalam oleh pihak2 yg lebih mengerti, agar kita semua mendapat pencerahan.
    -terima kasih-
    wassalam

    • editor says:

      Wa’alaikum salam wr wb. “…dikaji lebih dalam oleh pihak2 yg lebih mengerti..” kami kira sudah dilakukan oleh para ulama, sebagaimana dikutip dalam jawaban di atas, jadi sudah jelas, tidak ada perdebatan di kalangan ulama soal ini. terima kasih.

  9. Amie says:

    Hmm pak ustad kan saya punya rambut panjang, trus gimna domz sebaiknya kalo gak boleh diiket n digulung2? kalo diiket kuncir aja keliyatan donk rambutnya… saya tau itu dilarang, tapi tolong solusinya pak?? saya kan masih sayang sma rambut saya jd ga mungkin saya potong…

  10. Terima kasih atas info ini.
    tapi mohon d tunjukkan hadits beserta arabnya dan artinya
    cz sya membutuhkan untuk memberitahukan kpd saudara sya
    cz dia tak percaya akan jilbab yang menyerupai punuk unta

  11. Aku says:

    mm yang dimaksud punuk unta itu rambut yang sengaja disanggul tp tidak dijilbabi ataukah yg berjilbab tapi krn rambutnya panjang jadinya diikat 2 kali, sehingga ketika dipakaikan jilbab jadi tampak seperti ada tonjolan?
    Kalau ketentuannya ketika berjilbab rambutnya diurai, saya pernah mencoba tp malah terlihat rambutnya dan tidak rapih..
    mohon dijelaskan dengan pemahaman yang jelas..

    • editor says:

      UPDATE!
      Adapun “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta. Ini adalah penafsiran yang masyhur.

      Al Maaziri berkata: dan mungkin juga maknanya adalah bahwa mereka itu sangat bernafsu untuk melihat laki-laki dan tidak menundukkan pandangan dan kepala mereka.

      Sedang Al Qoodhiy memilih penafsiran bahwa itu adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas. Ia berkata: yaitu dengan memilin rambut dan mengikatnya ke atas kemudian menyatukannya di tengah-tengah kepala sehingga menjadi seperti punuk-punuk unta.

      Lalu ia berkata: ini menunjukkan bahwa maksud perumpamaan dengan punuk-punuk unta adalah karena tingginya rambut di atas kepala mereka, dengan dikumpulkannya rambut di atas kepala kemudian dipilin sehingga rambut itu berlenggak-lenggok ke kiri dan ke kanan kepala. Wallahu a’lam

  12. Ratieh el-satim says:

    Masya Allah…
    Syukran atas nasehat dan infonya… :)

  13. Rindu Diajeng Ayoe says:

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
    terima kasih atas penerangannya,yang mau saya tanyakan di sini..
    kenapa sekarang kayaknya serba bersaing tentang hadits hadits yang melarang seorang muslimah memakai jilbab yang jelas jelas menutupi seluruh rambutnya,hanya beda model aja di permasalahkan,seharusnya di tengok ulang tujuannya kemana dulu bukan yang di tafsirkan di atas: “Tidak akan mencium baunya surga seorang muslimah yang berjilbab tapi telanjang, berjalan melenggak-lenggok badan di depan sekumpulan lelaki yang bukan muhrimnya, kepalanya menyerupai punuk unta yang miring ”

    saya rasa ini terlalu berlebihan,makin marak bermunculan hadits hadits yg menyudutkan….

    takutnya bagaimana pandangan dari non muslim yang baca arttikel2 seperti ini,noh…..tuh….sudah berjilbab aja masih di debat apalagi yg belum berjilbab…?

    maaf lahir batin
    saya hanya berbicara atas suara terbanyak dari luaran

    • editor says:

      Wa’alaikum salam wr wb. Intinya begini Mbak, ibadah itu harus sesuai dengan tuntutan dan tuntunan Islam juga, tidak bisa semau kita, tapi harus mematuhi aturan Allah SWT. Agama lain pun demikian, punya aturan sendiri dalam ibadah, tidak bisa semaunya. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Back to Top ↑