Jilbab Model Punuk Unta, Tidak Boleh?

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Saya pernah baca di sebuah status di FB tentang hadist yang menyatakan “Tidak akan mencium baunya surga seorang muslimah yang berjilbab tapi telanjang, berjalan melenggak-lenggok badan di depan sekumpulan lelaki yang bukan muhrimnya, kepalanya menyerupai punuk unta yang miring ”

Yang saya tanyakan: apa yang dimaksud dengan punuk unta yang miring? Apa mungkin jilbab gaul yang modelnya (sanggul) seperti punuk unta itu haram hukumnya? Makasih pak ustadz… wassalamu’alaykum warahmatulahi wabarakatuh.

JAWAB: Wa’alaikum salam wr wb. Ya benar, para ulama menafsirkannya sebagai jilbab gaya punduk unta yang modelnya sanggul. Itu haram hukumnya menurut para ulama berdasarkan hadits karena model itu justru bisa menarik perhatian.

Hadits dimaksud terjemahan lengkapnya sebagai berikut:

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya, (1) Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia (maksudnya penguasa yang dzalim) dan (2) perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi syurga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu (jaraknya jauh sekali).” (HR. Muslim dan yang lainnya).

Penafsiran yang masyhur makna “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta” adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta.

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam fatwanya menyatakan, seorang wanita mengumpulkan (menggelung/sanggul) rambutnya di atas lehernya dan di belakang kepalanya yang membentuk benjolan sehingga ketika wanita itu memakai hijab, terlihat bentuk rambutnya dari belakang hijabnya  adalah kesalahan yang terjadi pada banyak wanita yang memakai jilbab. Sesungguhnya hal ini menyelisihi syarat hijab yang telah kukumpulkan dalam kitabku “Hijab al-Mar’ah al-Muslimah minal Kitab was Sunnah”.

Di antara syarat-syarat tersebut adalah pakaian mereka tidak membentuk bagian tubuh atau sesuatu dari tubuh wanita tersebut, oleh karena itu tidak boleh bagi seorang wanita menggelung rambutnya dibelakang kepalanya atau disampingnya yang akan menonjol seperti itu, sehingga tampaklah bagi penglihatan orang, walaupun tanpa sengaja bahwa itu adalah rambut yang lebat atau pendek. Maka, wajib untuk mengurainya dan tidak menumpuknya. (Fatwa ‘Al-Lajnah Ad-Da’imah). Wallahu a’lam.* (Tim Asatidz DDHK News)

Get News Updates from DDHK on Your Email
SHARE THIS. SEBARKAN KEBAIKAN!

Tentang DDHK

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya

20 Comments

  1. ika says:

    sangat bagus artikelnya..aku sejak mengikuti kajian tentang materi seperti ini sekarang tidak pakai kerudung yang mirip punuk unta :)

    Reply
  2. roro says:

    Assalamu’alaikum…
    tidak boleh menyanggul bukan berarti rambut harus dibiarkan terurai ukhti. kalau boleh berbagi tips, kita bisa mengikat rambut, tapi ikatannya sejajar dengan tengkuk leher. kalau rambutnya terlalu panjang bisa dilipat beberapa kali. seberapa panjang rambut kita Insya Alloh bisa tertutup dg baik + tanpa kelihatan seperti punuk unta.
    silahkan dicoba…. ^_^

    Reply
  3. Mona says:

    Saya pernah mencoba menggunakan jilbab dengan rambut terurai.
    Tapi hasilnya rambut saya keluar terus.
    Sedangkan rambut itu adalah aurat yg tidak boleh di perlihatkan.
    Tetapi jika rambut saya di gelung,rambut saya tidak ada yang keluar dari jilbab.
    Tolong beri saya solusi.

    Reply

Leave a Comment

Web Developed by Romeltea