DDHK News English Version
Home » Romantika BMI » Jadi Volunteer DDHK Itu Banyak Manfaatnya
nenk ayunie

Nenk Ayunie

Neng Ayunie, gadis kelahiran Indramayu 16 April 1987 ini, bergabung menjadi volunteer (relawan) Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) selama 1,5 tahun karena kontraknya dengan majikan hanya 1,5 tahun. Sang nenek yang dirawatnya masuk panti jompo dan tidak membutuhkan bantuannya lagi. Daripada cari majikan yang baru, ia memutuskan untuk pulang ke tanah air membangun desanya dengan bekal ilmu yang ia dapatkan selama bekerja di Hong Kong.

Berikut ini pengalamannya sebagai BMI HK sekaligus relawan DDHK sebagaimana dituturkan kepada reporter DDHK News Rima Khumaira.

Alhamdulillah betah juga di tanah air. Walau suasananya sepi karena kebanyakan pemuda-pemudinya merantau ke luar negeri, tapi masih banyak anak yang harus benar-benar diperhatikan pendidikannya.

Walau ternyata untuk dakwah di kampung sendiri itu sangat sulit, tidak semudah dengan teori yang kita pelajari selama ini. Tapi saya optimistis bisa menularkan ilmu yang saya dapat.

Di kampung masih terlalu awam masalah agama. Saya mengajar ngaji Iqro di mushola karena merasa sangat prihatin dan kasihan dengan anak-anak kecil yang ada di kampung. Muridnya bari tiga orang.

Pengetahuan mereka tentang agama sangat minim karena dari orang tuanya pun tidak ada didikan tentang agama kepada mereka. Pak Herman memberi pendapat, kalau saya sendirian yang menyampaikan ke mereka itu tidak bisa, seharusnya ada orang yang didengar ucapannya oleh masyarakat kampung atau tokoh masyarakat sekitar.

Tapi masalah itu pelan-pelan akan saya bicarakan dengan tokoh masyarakat nanti, yang terpenting sekarang jalan satu per satu dulu, yaitu tentang pendidikan anak-anak karena mereka itu generasi penerus, insya Allah ke depannya akan lebih luas lagi dan merata. Syukur-syukur mereka sadar karena kampung saya ini terkenal dengan sebutan kampung (maaf) “pelacur”. Maaf, bukannya menjelekkan kampung sendiri, tapi memang kenyataannya begitu dan pihak RT pun diam saja, tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang keadaan ekonomi yang memaksa mereka atau entah karena malas atau bagaimana. Mohon doanya dari kawan semua.

Hal yang paling berkesan selama menjadi volunteer Dompet Dhuafa HK yaitu memiliki banyak saudara dan sahabat yang baik. Terima kasih atas kebersamaannya, saling gotong royong membantu, belajar bersama. Pokoknya semua kenangan bersama takan bisa terlupakan.

Sebelum pulang ke rumah, waktu itu saya berkunjung ke Bogor, melihat-lihat usaha yang dijalani oleh Bunda Tatiek (eks BMI HK). Ada dua usaha yang aku minati, yaitu tanaman herbal dan bunga rosela. Sekarang sedikit demi sedikit saya sedang mengumpulkan tanaman herbal dan alhamdulillah tanaman biji roselanya sudah tumbuh. Harapan ke depannya, semoga jangan kembali lagi ke Hong Kong untuk menjadi kungyan.

Kegiatan hari-hariku dari bangun Subuh, nyuci baju, ngebantuin masak, bersih-bersih rumah, mandi, sarapan, main laptop, nyari berbagai tanaman herbal di google sambil facebook-an dan YM-an, shalat Zhuhur, bobok siang, makan siang, main laptop lagi, terus shalat Ashar, nonton film sampai Maghrib, Isya, dan setalah itu bobok.

Saya bekerja selama 6 tahun di Hong Kong. Dulu lewat PT Tri Ganda Swajaya, alasanya supaya tidak nikah muda (takut ada yang ngelamar), dan yang pasti mencari penghasilan yang lebih. Alhamdulillah bisa beli tanah, sawah, ngerapihin rumah.

Kesan saya selama menjadi volunteer di DDHK tidak dapat diungkapkan karena kesannya sangat mendalam. Banyak manfaat dan hikmah yang saya dapat sejak saya menjadi voluntter di DDHK, menambah pengetahuan tentang agama ataupun yang di luar agama, seperti tentang kewirausahaan dan tentang advokasi.

Pesan saya untuk kawan-kawan yang masih ada di sana, cepat pulang, jangan terlalu lama di rantau, karena jika kita nurutin belum cukup sampai kapan pun kita tidak akan pernah cukup pasti akan merasa kurang.

Bagi teman-teman yang sudah pulang, semoga betah di kampung, dan jangan sampai kembali lagi merantau di negeri orang karena sebenarnya negeri kita sendiri sangat membutuhkan kita.

Moto hidup saya ingin menjadi istri sholehah dan ingin menjadi diri yang bermanfaat bagi orang lain, bukan menjadi diri yang memanfaatkan orang lain. (Seperti dituturkan kepada Rima Khumaira/ddhongkong.org).*


Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org