Islamic Center Davis, California, Amerika Serikat, menjadi simbol kerukunan dan toleransi antara kaum Muslim dan masyarakat non-Muslim. Pusat Islam dan masjid yang megah ini berawal dari sebuah rumah tua di Russell Boulevard, di kota Davis, yang disewa oleh mahasiswa Muslim untuk dijadikan mushola.
“Sekelompok mahasiswa Muslim di UC Davis memprakarsai gerakan untuk memiliki tempat ibadah, sehingga mereka menyewa sebuah rumah tua di Russell Boulevard,” kata Ahmed Ahmedin, seorang mahasiswa Ph.D di bidang teknik listrik yang menjabat sekretaris sosial Pusat Islam itu.
Para mahasiswa dibantu masyarakat Davis, Muslim dan non-Muslim, menggalang dana sehingga bisa membeli dan memiliki rumah tersebut. Setelah membeli bangunan itu, kaum Muslim mengubahnya selama 30 tahun menjadi mushola sambil terus berusaha dengan mengumpulkan dana untuk membangun sebuah masjid.
Doa mereka terkabul tahun 2007 ketika Othman Alsoud, presiden pertama Islamic Center, mengadakan pengumpulan dana untuk membangun masjid. Kalangan non-Muslim pun membantu pembangunan masjid tersebut.
Ahmedin, mengatakan semua ini bisa dipertahankan berkat dukungan komunitas Muslim dan non-Muslim.
Islamic Center Davis memiliki perpustakaan dengan koleksi 5.000 buku dalam bahasa Arab dan Inggris. Beberapa di antaranya sangat langka. Perpustakaan terbuka untuk Muslim dan non-Muslim. Ada juga koleksi video khotbah Jumat.
“Selama bulan Ramadhan, kami memiliki sebuah acara yang disebut “Fast for a Day”. Seluruh masyarakat, Muslim dan non-Muslim, puasa bersama, sehingga kita semua dapat berbagi pengalaman ini,” kata Ahmedin. (Mel/Onislam.net/ddhongkong.org).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org



