Seorang instruktur militer Amerika serikat mengajarkan, demi melindungi Amerika, militer Amerika harus melakukan “perang total” terhadap Islam. Ia juga menyerukan penerapan taktik dengan melenyapkan dua kota suci umat Islam, Makkah dan Madinah, seperti pengeboman Hiroshima Jepang saat Perang Dunia (Hiroshima Tactics).
Organisasi Islam terkemuka Amerika Serikat, Council on American-Islamic Relations (CAIR), mendesak Departemen Pertahanan (DoD) Amerika untuk memecat instruktur anti-Islam tersebut.
Direktur Eksekutif Nasional CAIR ), Nihad Awad, mengajukan protes keras melalui surat kepada Menteri Pertahanan Amerika, Leon Panetta. Awad menilai, sang instruktur mengajarkan peperangan terhadap Islam.
CAIR juga mengingatkan kembali materi anti-Islam pada pelatihan militer yang dirilisWired magazine. Pihak Pentagon sudah menundanya setelah bahan studi yang diposting online menyarankan bahwa kota Makkah dan Madinah mungkin harus dilenyapkan.
Materi pelatihan itu menyebutkan Islam sebagai “ideologi barbar” yang tidak akan ditoleransi. Disebutkan, Islam harus berubah atau militer Amerika akan memfasilitasi penghancurannya.
Kursus ini juga mendesak penggunaan taktik “Hiroshima” untuk menargetkan penduduk sipil dan meninggalkan Konvensi Jenewa. Disarankan untuk menerapkan “preseden historis Dresden, Tokyo, Hiroshima, Nagasaki” ke kota-kota suci Islam dan membawa Makkah dan Madinah kepada kehancuran”, seraya menambahkan bahwa Konvensi Jenewa mungkin tidak lagi relevan. “Musuh nyata teroris Amerika bukan Al –Qaida, tetapi agama Islam itu sendiri,” kata laporan Wired.
Ini bukan pertama kalinya FBI dan Departemen Pertahanan Amerika menggunakan materi anti-Muslim dalam melatih agen kontra-terorismenya. Pada Juli 2011, FBI menggunakan materi pelatihan yang menuduh Islam “mengubah budaya Amerika menjadi cara Arab abad ke-7 “.
Sebelumnya, pada 2011, CAIR dan University of California merilis sebuah laporan berjudul “Kebencian yang Sama, Target Baru: Islamofobia dan Dampaknya di Amerika Serikat 2009-2010″ yang memperingatkan Islamofobia yang berkembang di Amerika sejak Presiden Barack Obama terpilih.
Meskipun tidak ada angka resmi, jumlah Muslim di Amerika Serikat diyakini antara 6-8 juta Muslim.
Pihak Gedung Putih memerintahkan peninjauan ulang terhadap materi-materi pelatihan kontraterorisme akhir tahun lalu.
Kepala Militer Amerika, Jenderal Martin Dempsey, juga memerintahkan peninjauan ulang materi pelatihan militer untuk memastikan tidak menggunakan materi anti-Islam. (Mel/Onislam.net/ddhongkong.org).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org



