DDHK News English Version
Home » Opini dan Kajian » Inilah Ungkapan Dzikir Seorang Muslim

dzikir-allahDZIKIR atau mengingat Allah Swt (Dzikrullah) adalah amalan hati (‘amaliyah qolbiyah). Allah Swt memerintahkan hamba-Nya untuk sebanyak mungkin berdzikir kepada-Nya.

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.(QS. Al Ahzaab :41).

Hakikat Dzikir adalah “menghadirkan” Allah dalam hati sehingga memandu perilaku seorang mukmin untuk senantiasa berpikir, berucap, dan bertindak dengan mengacu pada perintah dan larangan-Nya serta senantiasa difokuskan untuk mencapai keridaan-Nya semata. Itulah sebabnya Rasulullah Saw menegaskan:

Tidaklah seorang manusia mengamalkan satu amalan yang lebih menyelamatkan dirinya dari adzab Allah dari Dzikrullah. (HR. Ahmad).

Dzikir pula yang menjadi sumber ketenangan jiwa, ketentraman batin, alias kebahagiaan dalam hidup.

Ingatlah, hanya dengan dzikirillah (mengingat kepada Allah) hati menjadi tenteram.” (QS. Arra’du :28).

Jika dilisankan (diucapkan), ungkapan dzikir itu antara lain terangkum dalam ungkapan Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir, yakni ucapan  “Subhanallah wal Hamdulillah wa Laailaaha illallah wallahu Akbar” (Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah tiada Tuhan selan Allah dan Allah Mahabesar).

Tasbih.
Menyucikan Allah dengan ungkapan “Subhanallah” (Mahasuci Allah). Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami adalah orang-orang yang jika diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka bersujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka pun tidak menyombongkan diri” (QS. As-Sajdah 15).

Tahmid.
Memuji Allah dengan ungkapan “Alhamdulillah” (Segala puji bagi Allah). Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya. (QS. Al-Isra’:111).

Tahlil.
Mengesakan Allah dengan ungkapan “Laa Ilaaha Illallah” (Tiada Tuhan selain Allah). Dialah Allah Yang Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 22- Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr:23-24).

Takbir.
Mengagungkan Allah. “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Tuhan dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. (QS. Az Zumar:67).

Istighfar.
Mohon ampun kepada Allah dengan mengucapkan “Astaghfirullah” (aku memohon ampun kepada Allah yang Mahaagung) dan ungkapan semakna dengannya. “Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. An-Nisa:106). “Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih” (QS. Hud:90).

Masya Allah.
Artinya, “Allah telah berkehendak akan hal itu”. Ungkapan kekaguman kepada Allah dan ciptaan-Nya yang indah lagi baik. Menyatakan “semua itu terjadi atas kehendak Allah”. Diucapkan bila seseorang melihat hal yang baik dan indah. Ekspresi penghargaan sekaligus pengingat bahwa semua itu bisa terjadi hanya karena kehendak-Nya.

(Saat mendengar atau  melihat hal buruk/jelek, ucapkan “Subhanallah” sebagai penegasan: Allah Mahasuci dari keburukan tersebut).

Lahaula.
Mengakui kelemahan sekaligus mengakui kekuatan Allah dengan ucapan “Laa haula walaa quwata illa billaah” (tiada daya dan kekuatan selain dengan izin/pertolongan Allah).

“Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu ‘sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah’ Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan.” (QS. Al-Kahfi:18:39).

Insya Allah.
Artinya, jika Allah menghendaki. Manusia berencana, Allah menentukan. Harus diucapkan berkaitan rencana atau masalah yang akan datang. Manusia tidak bisa memastikan, kecuali bila dikehendaki-Nya.  “Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi”, kecuali dengan menyebut Insya Allah”. (QS. Al-Kahfi: 23-24).

Istirja’.
Ungkapan saat terjadi musibah, yaitu inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kita semua kembali). Pengesaan dan pengakuan akan kepemilikan-Nya atas segala sesuatu. “Yakni orang-orang yang bila ditimpa musibah mengucapkan, ‘Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita kembali’ (Innalillahi wa inna ilaihi raji’un). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS.Al-Baqarah: 156-157).

Na’udzubillah.
Panjangnya, Na’udzu billahi min dzalik. “Aku berlindung kepada Allah dari hal demikian”. Ungkapan doa dan harapan agar terhindari dari hal buruk, juga dari godaan setan. “Dan jikakamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui ” (QS. Al-A’rof: 200). Rasulullah Saw menganjurkan umatnya agar berlindung kepada Allah adzab neraka, adzab kubur, dari fitnah-fitnah yang tampak dan yang tersembunyi, dan dari fitnahnya Dajjal  (HR. Muslim). Wallahu a’lam. (Abu Faiz).*


Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org

One Response to “Inilah Ungkapan Dzikir Seorang Muslim”

  1. dan , memang hanya dengan berdzikir ,dan pasrah kepadanya..saya bisa benar2 merasa tenang dan tentram, meski sedang dilanda masalah seberat apapun..Maha Besar Allah

    Reply