Hukum Memakai Jilbab ‘Punuk Unta’

camel_hump_hijabApakah perbuatan yang dilakukan sebagian wanita berupa mengumpulkan rambut menjadi berbentuk bulat (menggelung/menyanggul) di belakang kepala, masuk ke dalam ancaman dalam hadits :
نساء كاسيات عاريات … رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة …“…Wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang… kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga…“ ?

Jawaban: Jika seorang wanita menggelung rambutnya karena ada kesibukan kemudian mengembalikannya setelah selesai, maka ini tidak mengapa, karena ia tidak melakukannya dengan niat berhias, akan tetapi karena adanya hajat/keperluan.

Namun, jika mengangkat dan menggelung rambut itu untuk tujuan berhias, jika dilakukan ke bagian atas kepala, maka ini masuk ke dalam larangan, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam :
رؤوسهن كأسنمة البخت …“…kepala-kepala mereka seperti punuk unta…”, dan punuk itu adanya di atas…“

Kalimat “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta. Ini adalah penafsiran yang masyhur.

Al Maaziri berkata: dan mungkin juga maknanya adalah bahwa mereka itu sangat bernafsu untuk melihat laki-laki dan tidak menundukkan pandangan dan kepala mereka.

Sedang Al Qoodhiy memilih penafsiran bahwa itu adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas. Ia berkata: yaitu dengan memilin rambut dan mengikatnya ke atas kemudian menyatukannya di tengah-tengah kepala sehingga menjadi seperti punuk-punuk unta.

Lalu ia berkata: ini menunjukkan bahwa maksud perumpamaan dengan punuk-punuk unta adalah karena tingginya rambut di atas kepala mereka, dengan dikumpulkannya rambut di atas kepala kemudian dipilin sehingga rambut itu berlenggak-lenggok ke kiri dan ke kanan kepala. (Sumber : “Liqo’ Bab al-Maftuh”).

Fatwa Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Pertanyaan: Apa hukum seorang wanita mengumpulkan (menggelung/sanggul) rambutnya di atas lehernya dan di belakang kepalanya yang membentuk benjolan sehingga ketika wanita itu memakai hijab, terlihat bentuk rambutnya dari belakang hijabnya?

Jawaban : Ini adalah kesalahan yang terjadi pada banyak wanita yang memakai jilbab, dimana mereka mengumpulkan rambut-rambut mereka di belakang kepala mereka sehingga menonjol dari belakang kepalanya walaupun mereka memakai jilbab di atasnya. Sesungguhnya hal ini menyelisihi syarat hijab yang telah kukumpulkan dalam kitabku “Hijab al-Mar’ah al-Muslimah minal Kitab was Sunnah”.

Di antara syarat-syarat tersebut adalah pakaian mereka tidak membentuk bagian tubuh atau sesuatu dari tubuh wanita tersebut, oleh karena itu tidak boleh bagi seorang wanita menggelung rambutnya dibelakang kepalanya atau disampingnya yang akan menonjol seperti itu, sehingga tampaklah bagi penglihatan orang, walaupun tanpa sengaja bahwa itu adalah rambut yang lebat atau pendek. Maka, wajib untuk mengurainya dan tidak menumpuknya. (Sumber : “Silsilatul Huda wan Nur“/Fatwa ‘Al-Lajnah Ad-Da’imah’ 2/27).*

 

Get News Updates from DDHK on Your Email
SHARE THIS. SEBARKAN KEBAIKAN!
Posted on May 18, 2012

20 Comments

  1. alfi says:

    Kalo gak boleh menggulung rambut teruss rambutx di apain donk ?? Di potong pendek gitu ?? Bukan nya dalam islam juga rambut yg pendek di atas pundak itu haram hukumnya ?

    • Anonymous says:

      Ane stuju sama yg tanya mau diapakan tu rambut klo ga di gulung…
      Skarang kalo di-urai kmudian naik motor ato kena angin aja krudungnya…apa bisa menjamin rambutnya ga keliatan tuh?ga malah nunjukin auratnya ya?!?!
      Tapi hal ini bisa kita ambil dengan apa yg ada di artikel di atas yaitu “akan tetapi karena adanya hajat/keperluan” nah hajat/keperluan tersebut adalah menutup aurat…titik.

  2. cut nita meutia says:

    assalamu’alaikum wr wb…
    yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana jika rambut seorang wanita itu terlalu panjang, sehingga ia harus menggulung rambutnya agar rambutnya tidak terlihat dari balik jilbabnya apabila ia menguraikannya? dengan tidak bermaksud untuk berhias. trim’s.
    wassalam…

  3. Tya says:

    Alhamdulillah,,saya tdk pnh memakai daleman jilbab yg berkonde ato cepol
    emang sy jg tdk suka
    sy hny mengikat rmbt dan sy masukan rmbt sy k daleman jilbab

  4. idya says:

    assalamualaikum, mau tanya nnih . sprti yg saya baca di atas itu.saya sebagai wanita berjilbab blm begitu paham atas yg di jalaskan du atas. saya memakai jilbab n saya mengikat rambut saya di belakang kepala tapi tidak melebihi tinggi kepala, saya mengikatnya msh lebih rendah dr kepala . itu apa trmasuk apa tidak sprti apa yg di jelaskan di atas ya? thanks :)

    • editor says:

      wa’alaikum salam wr wb. intinya dan untuk “amannya”, tidak ada “tonjolan” apa pun di belakang kepala… wallahu a’lam.

      • cheche says:

        kaku banget sih pengertiannya! prasaan islam nggak sekaku itu deh.

        bukanya ga boleh ikat kepala tinggi tuh biar kita ga senantiasa mengangkat kepala so kita jadi lebih menjaga pandangan?

        trus kalo gerah gimana?
        masa iya mengikat rambut di belakang kepala tapi tidak melebihi tinggi kepala juga gak dibolehin?

        apa musti potong rambut cepak aja nih?

        • Cantika Dewi says:

          @Cheche. Tidak ada paksaan dalam agama, laa ikrohha fiddiin. Qul aamanuu au laatukminuu. Katakankah, berimanlah atau tidak beriman sama sekali. Orang beriman itu sami’naa wa atho’na, kami dengar dan kami taat, bukannya protes dan “marah-marah”…. Aturan di atas sudah jelas, jadi hanya orang yang beriman dan ikhlas yang bisa menerimanya…. Maaf jika komentar saya ini tidak berkenan…. Maju terus sebarkan kebenaran DD!!!!

  5. wah di sekolahku banyak banget orangnky gitu sy sih laki laki

  6. jessi says:

    mhon di jawab

  7. jessi says:

    Jai kalau kita berjilbab sebaiknya rambutnya diurai????

  8. chatrine says:

    sis mohon jawaban ya…saya betul” belum tau benar tentang berhijab,kan sekarang banyak dalam’n jilbab yang memakai spons/busa.itu bagaimana sis?? kalau saya menangkap tulisan diatas itukan rambut sendiri…jawab dunk..saya wanita yang ingin berjilbab tapi tidak tau carany bagaimana dan yang seperti apa??

    • editor says:

      Adapun “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta. Ini adalah penafsiran yang masyhur.

      Al Maaziri berkata: dan mungkin juga maknanya adalah bahwa mereka itu sangat bernafsu untuk melihat laki-laki dan tidak menundukkan pandangan dan kepala mereka.

      Sedang Al Qoodhiy memilih penafsiran bahwa itu adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas. Ia berkata: yaitu dengan memilin rambut dan mengikatnya ke atas kemudian menyatukannya di tengah-tengah kepala sehingga menjadi seperti punuk-punuk unta.

      Lalu ia berkata: ini menunjukkan bahwa maksud perumpamaan dengan punuk-punuk unta adalah karena tingginya rambut di atas kepala mereka, dengan dikumpulkannya rambut di atas kepala kemudian dipilin sehingga rambut itu berlenggak-lenggok ke kiri dan ke kanan kepala.

    • editor says:

      UPDATE!
      Adapun “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta. Ini adalah penafsiran yang masyhur.

      Al Maaziri berkata: dan mungkin juga maknanya adalah bahwa mereka itu sangat bernafsu untuk melihat laki-laki dan tidak menundukkan pandangan dan kepala mereka.

      Sedang Al Qoodhiy memilih penafsiran bahwa itu adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas. Ia berkata: yaitu dengan memilin rambut dan mengikatnya ke atas kemudian menyatukannya di tengah-tengah kepala sehingga menjadi seperti punuk-punuk unta.

      Lalu ia berkata: ini menunjukkan bahwa maksud perumpamaan dengan punuk-punuk unta adalah karena tingginya rambut di atas kepala mereka, dengan dikumpulkannya rambut di atas kepala kemudian dipilin sehingga rambut itu berlenggak-lenggok ke kiri dan ke kanan kepala. Wallahu a’lam…

  9. muhammad nur says:

    iya bgmn klo rambutnya sendiri…dalam riwayat …yang ditanyakan menyanggul(menambah) rambut karna si wanita td rambutnya rontok karna sakit,dan akan menggunakan rambut yang lain…
    klo menggulung rambut sendiri??ga ada larangan dalam riwayat itu

    • editor says:

      kami kira sudah jelas dalam artikel di atas

    • editor says:

      Adapun “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta. Ini adalah penafsiran yang masyhur.

      Al Maaziri berkata: dan mungkin juga maknanya adalah bahwa mereka itu sangat bernafsu untuk melihat laki-laki dan tidak menundukkan pandangan dan kepala mereka.

      Sedang Al Qoodhiy memilih penafsiran bahwa itu adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas. Ia berkata: yaitu dengan memilin rambut dan mengikatnya ke atas kemudian menyatukannya di tengah-tengah kepala sehingga menjadi seperti punuk-punuk unta.

      Lalu ia berkata: ini menunjukkan bahwa maksud perumpamaan dengan punuk-punuk unta adalah karena tingginya rambut di atas kepala mereka, dengan dikumpulkannya rambut di atas kepala kemudian dipilin sehingga rambut itu berlenggak-lenggok ke kiri dan ke kanan kepala. wallahu a’lam

  10. bilqis says:

    bagaimana kalau itu rambutnya orang itu sendiri.?

Leave a comment