DDHK News, Hong Kong – Membaca shalawat merupakan salah satu pembuktian kecintaan kita kepada Rasulullah Saw. Demikian dikemukakan Ustadz M. Hadad Ahmad Faqih Al-Hasby dari Bandung dalam pengajian Halaqoh Jumat TST BMI Hong Kong di sebelah Masjid TST Kowloon, Jumat (25/05).
‘‘Man ahabbanii kaana ma’ii fil jannah,” ujarnya mengutip hadits yang artinya “barangsiapa mencintaiku maka akan bersamaku di surga”. “Maka salah cara mencintai Rasul yaitu dengan perbanyak shalawat,” tegasnya.
Dikatakannya, mendatangi sebuah pengajian hendaklah jangan diniatkan hanya sekadar mendatangi sebuah keramaian atau sekadar melihat siapa dan bagaimana, tetapi niatkanlah thalabul ‘ilmi (menuntut ilmu). “Melangkahkan kaki keluar rumah dengan niat thalabul ‘ilmi, Allah SWT telah mengampuni dosa-dosa kita,” imbuhnya.
Tausiyah juga disampaikan Ustadz Fuad Ginan Burhanudin dari Pesantren Darussalam Sumedang Jabar. “Indahnya Islam sehingga andaikata bertatap muka dengan ikhlas maka itu menjadi ibadah dan segala ibadah itu mdpatkan pahala,” tutur Ust. Fuad dalam mengawali tausiyahnya.
Ia juga menyoal shalawat dengan mengatakan, Rasulullah Saw pernah menyampaikan bahwa orang pelit di atas pelit adalah orang yang tidak pernah bershalawat.
Ditegaskannya, mencari ilmu itu wajib bagi setiap Muslim dan Muslimah. Ust Fuad mencontohkan, 1 + 1 = 2, kalau tidak 2 jawabannya salah. Artinya, para ulama menafsirkan kalau kita berada di jalur Al-Qur’an, maka benar, dan kalau kita berada di luar jalurnya maka salah. “Al-Qur’an menjadi pegangan serta pandangan kita. Bersandar hanya kepada Allah SWT,” katanya.
Menurut Ust. Fuad, thalabul ‘ilmi ini sangat istimewa karena kelak akan menjadi tabungan di akhirat. “Apa pun yang kita lakukan, semua ini semoga mendapatkan ridho Allah SWT. Walau di mana pun, di negara mana pun, dalam keadaan apa pun, hendaklah Islam tetap harus dibawa, dijaga kehormatanya walaupun nyawa taruhanya,” paparnya.
“Menjaga agama seperti menjaga aurat, memakan makanan halal, perbanyak shalawat, dan perbanyk amal saleh. Kalau kita menjaga agama Allah, niscaya Allah akan menjaga kehormatan kita kelak di akhirat. Hidup di dunia ini hanya sementara, tidaklah lama,” pesan Ust. Fuad mengakhiri tausiyahnya.
Pengajian yang diadakan Halaqoh Jumat setiap bertujuan mendalami ilmu agama sekaligus mempererat tali silaturahmi di antara BMI yang libur hari Jumat. Bagi BMI yang libur hari Jumat bisa bergabung dengan Halaqoh Jumat TST. Selain pengajian, ada juga belajar Iqro, Qiroah, dan Shalawat. BMI yang hendak bergabung bisa menghubungi Bunda Siti (51285879) dan Tia (92077346). (Zhianing Anami/Halaqoh Jumat TST/ddhongkong.org).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org



