DDHK News English Version
Home » Opini dan Kajian » Etika Berdoa

1. Membuka doa dengan hamdalah dan pujian bagi Allah SWT dan salawat atas nabi saw.

Sebagaimana hadits fadhalah bin Ubaid: Tatkalah Rasulullah saw duduk, tiba-tiba masuk seorang laki-laki lalu berdoa: “ Allahumaghfirli warhamni.” Maka Rasulullah saw bersabda:

Tatkalah Rasulullah saw duduk, tiba-tiba masuk seorang laki-laki lalu berdoa: “ Allahummaghfirli warhamni.” Maka Rasulullah saw bersabda: “Kamu tergesa-gesa wahai orang yang berdoa, jika kamu berdoa maka duduklah, lalu ucapkan pujian kepada Allah dengan sesuatu yang layak bagi-Nya, dan bersalawatlah kepadaku kemudian berdoalah .” Kemudian ada laki-laki lain berdoa setelah itu, ia mengucapkan pujian kepada Allah dan bersalawat kepada nabi, maka nabi bersabda kepadanya:” Wahai orang yang berdoa, berdoalah engkau niscaya dikabulkan” (HR: Tirmizi, disahihkan Al-Bani).

2. Mengakui dosa

Mengakui dosa menunjukan kesempurnaan ubudiyah kepada Allah SWT, sebagaimana doa Yunus a.s.:Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “ Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim “. (QS: Al-Anbiya’: 87 ).

3. Bersungguh-sungguh dalam berdoa dan berketetapan hati dalam meminta.

 “ Jika salah seorang dari kalian berdoa, maka hendaknya berketetapan hati dalam meminta, dan janganlah mengatakan: Ya Allah jika engkau mau berilah aku,karena sesungguhnya tidak ada yang bisa memaksa Allah.” ( HR: Bukhari Muslim).

4. Berwudhu, menghadap kiblat dan mengangkat tangan ketika berdoa

Hal itu akan lebih mendatangkan kekhusu’an dan kejujuran dalam menghadap. Abu Abdillah bin Zaed mengatakan: “ Nabi saw keluar ke tempat salat untuk minta hujan, lalu beliau berdoa dan meminta hujan, kemudian menghadap kiblat dan membalik selempangnya.”

Sebagaimana hadits Abu Musa Al-Asy’ari, tatkala Rasulullah saw selesai dari perang hunain – Abu Musa mengatakan: Beliau meminta air lalu berwudhu, kemudian mengangkat kedua tanganya seraya berdoa:” Ya Allah ampunilah Ubaid bin Amir.” Dan aku melihat putih ketiaknya. ( HR: Bukhari Muslim).

5. Merendahkan suara dalam berdoa

 “ Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas ” ( Al-A’raf: 55).

“ Wahai manusia, sayangilah diri kalian, sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada yang tuli dan tidak pula yang jauh, kalian berdoa kepada Yang Maha Mendengar dan Dekat, dan Dia selalu menyertaimu” ( HR: Bukhari)

6. Tidak membuat-buat kalimat bersajak

Hal itu karena orang yang berdoa harus dalam kondisi merendah, sedang perbuatan membuat-buat seperti itu tidak pantas, Ibnu Abas pernah menyampaikan nasehat kepada salah seorang sahabat, ia mengatakan: “ Jauhilah sajak dalam doa, sesungguhnya aku mendapatkan Rasulullah saw dan sahabatnya menjauhi hal itu.”

7. Memilih waktu-waktu yang dianjurkan dan saat-saat yang mulia

Seperti saat-saat setelah shalat, saat azan, antara azan dan qamat, sepertiga malam terakhir, hari jumat, hari arafah, saat turun hujan, saat sujud, saat berangkat menyerbu musuh dalam jihad fisabililah, dll.

8. Tidak mendoakan jelek kepada diri, keluarga, dan harta

“Janganlah kalian mendoakan jelek terhadap diri kalian, jangan pula terhadap anak-anak  dan harta kalian, jangan sampai kalian mendapati satu saat Allah diminta satu permintaan lalu Dia mengabulkan untuk kalian“ ( HR. Muslim). (Sumber: Div. Ilmiyah Dar Al Wathan/IslamHouse).*


Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org

One Response to “Etika Berdoa”

  1. karna tanpa kita berdo’a hidup kita ini akan teras hampa…
    karna do’a juga adalah tiang agama

    Reply