Seorang dosen bahasa Prancis di Universitas Boğaziçi Turki, Isli Torkan, mengirim email kepada para mahasiswinya agar tidak mengenakan jilbab ketika menghadiri pelajarannya. Ia berdalih tidak dapat mengenali mahasiswi yang mengenakan jilbab.
Mehr News (21/2) melaporkan, Isli Torkan dalam emailnya menegaskan, para mahasiswi harus masuk kelas seperti dalam foto kartu siswa.
Sebelum tahun 2010, para mahasiswa, tidak dapat mengenakan jilbab dalam foto untuk kartu mahasiswa mereka.
Di universitas tersebut, Torkan terkenal dengan aksinya yang tidak membolehkan pelajar mengikuti kelas jika tidak melepas jilbab atau topi. Para mahasiswa menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran hak individu dan kebebasan berpendapat.
Di Turki, masalah jilbab pelajar menjadi pembahasan paling kontroversial. Larangan pemakaian jilbab diberlakukan sejak tahun 1997. Larangan tersebut dalam beberapa waktu terakhir dicabut. Namun, sejumlah instansi pemerintah dan perusahaan swasta tetap menolak mempekerjakan Muslimah berjilbab. Padahal, 70 persen kaum Muslimah Turki berjilbab. (IRIB Indonesia).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org



