DDHK News, Hong Kong — Nirmala Kurnia Devi, 24 thn, BMI Hong Kong asal Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, yang diberangkatkan dari PT OKDO Semarang bernasib malang. Nirmala yang bekerja di daerah Sai Wan selama 4 bulan mendapat perlakuan buruk dari sang majikan, seperti pemukulan dan gaji dipotong jika melakukan kesalahan kerja.
Saat salah satu dari tim Union Migrant (Unimig) Hong Kong berkunjung bersama reporter DDHK News, Nirmala menerima kedatangan kami dengan senang hati. Sebelumnya dia dijenguk oleh General Manager Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) Ust. Ahmad Fauzi Qosim, Ustadz Abu Syadza, dan salah satu dari tim LKT DDHK, Nurin Najwa, Jumat (8/6).
Nirmala mengaku baru empat bulan bekerja dan masih potongan gaji. Sisa uang potongan gaji hanya menerima HKD 740. Akan tetapi jika melakukan kesalahan, maka sang majikan tidak segan-segan memotong gajinya dan memukul kepalanya dengan tangan atau melempar dengan kain lap. “Majikan juka suka menghukum dengan berdiri semaleman tidak boleh tidur. Kadang saya disuruh mencuci kamar mandi dengan air keras yang asapnya membuat batuk-batuk,” katanya.
Nirmala juga mengaku pagi hanya dikasih sarapan dengan roti tawar 1 lembar dan untuk makan siang dan malam hanya sedikit nasi putih tanpa lauk.
“Masa-masa nge-break kontrak sikap dan kemarahan majikan makin menjadi-jadi dan selalu mencari-cari kesalahan saya Mbak, terakhir tanggal 7 Juni dia menyuruh saya mencari baju tidurnya, sudah saya cari seisi rumah, tapi juga ‘ga ketemu, akhirnya dadhi (nyonya) marah-marah dan mukul kepalaku dengan tangan,” katanya.
Nirmala yang mengaku bingung dan depresi akhirnya mengambil tindakan nekat untuk bunuh diri dengan memotong urat nadi tangan dengan cutter. Tak lama kemudian di ketahui oleh sang dadhai yang kemudian menghubungai polisi dan ambulans untuk menjemput Nirmala di bawa ke Queen Mary Hospital tanggal 7 Juni sore hari.
Nirmala kini dirawat di Main Block, J6, Queen Marry Hospital 102 Pok Fu Lam Road. Saat ini kesehatanya membaik, tetapi belum tahu kapan dokter membolehkan dia keluar Rumah Sakit.
Dengan pandangan yang penuh harap dan rasa sedih, ia mengatakan, “Mungkin jika saya pulang tidak bawa uang Mbak, karena habis di potong agen dan dipotong majikan kalau melakukan sedikit kesalahan, tapi sebenarnya saya pingin pulang dengan membawa uang, tapi saya masih takut kalau mau kerja lagi, takut dapat majikan jahat lagi”.
Dia juga mengaku tidak memegang paspor dan kontrak kerja. Entah dibawa majikan atau agen. Tiap kali ia libur, majikan menyuruhnya libur ke agen. (Lutfiana Wakhid/ddhongkong.org).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org



