Sebanyak 15 Muslim Amerika menggugat pemerintah federal karena memasukkan mereka kedalam “daftar larangan terbang” (no fly list) tanpa alasan yang jelas. “Mereka telah kehilangan hak mereka tanpa ganti rugi,” kata Nusrat Choudhury, pengacara American Civil Liberties Union (ACLU).
Choudhury mengatakan, kliennya –termasuk empat veteran militer– ingin memiliki kesempatan untuk didengar aspirasinya sebelum dibuat keputusan.
Para penggugat yang merupakan warga negara AS atau penduduk legal tetap mengetahui status larangan terbang itu ketika dicegah menaiki sebuah penerbangan komersial tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Gugatan pertama yang diajukan pada Juni 2010 ditolak oleh pengadilan negeri di Portland, Oregon, dengan alasan pengadilan tidak memiliki yurisdiksi atas masalah itu. Tapi ACLU mengajukan banding ke Pengadilan Banding AS yang mendengar kasus tersebut dan akan memutuskan tempat yang tepat untuk menggelar kasus ini.
Jaksa Agung AS Eric Holder, Direktur FBI Robert Mueller, dan Direktur Terrorist Screening Center, Timotius Healy, adalah pihak tergugat dalam perkara tersebut.
Daftar larangan terbang dibuat sejak tahun 2003 dan dikelola oleh Pusat Skrining Teroris FBI. Daftar itu telah memuat sekitar 20.000 orang yang dianggap memiliki atau patut diduga memiliki hubungan dengan terorisme. Sekitar 500 dari mereka adalah warga negara AS.
Para penggugat yang merupakan penduduk Oregon dan negara bagian lain menyangkal punya kaitan apa pun dengan terorisme. Choudhury mengatakan, tidak ada penggugat dalam kasus tersebut yang dapat menimbulkan ancaman terhadap keamanan penerbangan.
“Mereka orang Amerika biasa seperti orang lain,” kata Choudhury. “Apa yang terjadi pada mereka bisa terjadi pada siapa saja ketika pemerintah mengoperasikan daftar pantauan rahasia.”
Larangan terbang juga sempat menimpa beberapa Muslim yang lain. (Mel/Onislam.net/Arabnews.com/ddhongkong.org).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org



