Peristiwa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dipaksa memakan babi di Taiwan, kini terulang lagi di Hong Kong. Akibat dipaksa memakan babi dan dilarang menunaikan ibadah sholat oleh majikannya di Hong Kong, Ayu Soraya (22), BMI Hong Kong asal Indramayu, pergi meninggalkan majikannya dan memutuskan break contract dari tempat bekerjanya di flat E1 18 blok E Villa Monte Rosa, Stubbs Road.
Selama bekerja di Hong Kong sejak Juni 2011 hingga kini akhir Juni 2012, Ayu tidak pernah mendapatkan hak-haknya sebagai manusia yang normal.
Bahkan, untuk makan saja, kadang nasi sisa bekas anak majikannya yang harus dimakan olehnya. “Saya merasa dipenjara saat bekerja di sana. Semua hak saya dirampas, bahkan untuk berkomunikasi dengan teman-teman BMI di hari libur, saya tidak boleh melakukannya,” terang Ayu disela-sela istirahatnya di kantor Migrant Institute Jakarta (17/7).
Ayu yang bekerja pada keluarga IP Day Ling ini, melakukan aktivitasnya dimulai pada pukul 6.00 hingga 12.00. Bahkan, kalau weekend, dirinya harus bekerja hingga pukul 02.00 dinihari. Itu tidak pernah dihitung lembur.
Keberanian melawan untuk tidak menuruti kemauan majikannya itu timbul setelah Ayu bertemu sesama BMI HK, saat dirinya mengantar anak majikannya ke sekolah dan menceritakan semua peristiwa yang dialaminya selama ini.
“Dari situ saya diarahkan untuk bertemu dengan Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) jika terjadi sesuatu kepada saya. Akhirnya setelah saya mencoba berontak dan pergi meninggalkan pekerjaan, saya ditampung Shelter Iqro DDHK. Selain itu saya juga merasa aman dari kemudaratan yang dilakukan majikan saya,” jelas Ayu.
Sebenarnya dirinya berkeinginan menuntut perlakuan yang tidak manusiawi majikannya ke lembaga hukum yang ada di Hong Kong. Akibat batas visanya sudah habis, Ayu harus kembali ke Indonesia.
“Semoga yang terjadi kepada saya ini , tidak dialami oleh temen-temen BMI yang lain. Kalaupun ada yang seperti saya, mereka harus berani melawan, karena kita punya hak untuk itu, apalagi hak dalam menunaikan ibadah sholat dan menjauhi larangan-Nya,” tambah BMI yang pergi ke Hong Kong melalui PT Sukses Mandiri Utama ini. (www.migrantinstitute.net).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org


