Cowok Saya Mau Datang ke Hong Kong, Boleh Kami Nikah Siri?

Published on February 5th, 2013 by | Category: Konsultasi Islam


Nikah Sirimaaf boleh minta bantuanya…..begini cowok saya mau datang ke hongkong, terus saya pinginnya mau nikah siri, bisa solusi dan bantuanya? mkcihhhh

JAWAB: Wa’alaikum salam wr wb… Nikah siri dalam pengertian nikah “secara agama” saja –tanpa pencatatan di KUA– memang sah dan halal menurut syariat Islam, selama memenuhi syarat dan rukun nikah –wali pengantin perempuan, saksi, ijab qabul, dll.

Namun, para ulama sepakat, nikah siri (terutama dalam pengertian “nikah diam-diam” dan tidak diumumkan secara terbuka) tidak dianjurkan dalam Islam, bahkan tidak dikenal dalam Islam. Sejak 2006 MUI telah mengeluarkan fatwa yang melarang pernikahan yang tidak dicatatkan di KUA atau pernikahan siri. Bagi yang telah menikah secara agama Islam, diminta agar segera mendaftarkan pernikahan tersebut ke setempat untuk dilegalkan. Praktik pernikahan siri juga bertentangan dengan Undang-Undang No. 1/1974 tentang Perkawinan.

Pakar tafsir Indonesia, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, bahkan sempat mengatakan: “Salah satu bentuk pelecehan terhadap perempuan yang dapat menghilangkan hak-haknya adalah nikah sirri, yakni melaksanakan pernikahan rahasia.”

Lagi pula nikah siri akan “bertabrakan” dengan hadits ini: “Janganlah seorang laki-laki meminang pinangan saudaranya” (HR. Ibnu Majah). Bagaimana seorang laki-laki bisa tahu bahwa seorang wanita telah dipinang dan dinikahi saudaranya sesama muslim, jika pernikahan mereka tidak diumumkan alias dilakukan secara diam-diam?

Jadi, sebaiknya lakukan secara ”biasa” dan ”wajar” saja. Nabi Saw memerintahkan agar kita mengumumkan pernikahan sehingga orang-orang tahu bahwa satu pasangan sudah sah sebagai suami-istri.

Nikah siri juga sering diartikan nikah tanpa wali. Jika nikah tanpa wali, jelas dilarang agama, batal, alias tidak sah.

“Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali.” (HR. Khomsah). “Wanita mana pun yang menikah tanpa mendapat izin walinya, maka pernikahannya batil; pernikahannya batil; pernikahannya batil”. (HR Khomsah).

Pernikahan harus diumumkan dan sebagai “alat bukti” (bayyinah) sudah sah sebagai pasangan suami-istri sekaligus menghindari fitnah.

Rasulullah Saw mengajarkan umatnya untuk menyebarluaskan pernikahan dengan menyelenggarakan Walimatul ‘Ursy. “Adakan walimah walaupun dengan seekor kambing”. (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

Nikah siri banyak risikonya, seperti dalam kasus sengketa pernikahan, hak waris, dan sebagainya yang diurus oleh pengadilan agama –karena tidak ada “alat bukti” buku nikah.  Wallahu a’lam. (Tim Asatidz DDHK).*

Get News Updates from DDHK on Your Email
SHARE THIS. SEBARKAN KEBAIKAN!

Tags: , ,


About the Author

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Back to Top ↑