Terima kasih atas kunjungan Anda. Silakan isi Buku Tamu ini di Kolom Komentar (paling bawah di halaman ini). Halaman ini juga merupakan ruang Surat Pembaca (Letter to Editor) untuk menyampaikan kritik dan saran serta komentar berbagai masalah aktual. Terima kasih. (Redaksi)




Wa’alaikum salam wr wb. Kami sangat senang dan berterima kasih jika tulisan di website ini dikutip dan disebarluaskan, asalkan menyebutkan sumbernya (DDHK News/ddhongkong.org) agar tidak jatuh kepada plagiarisme atau pelanggaran hak cipta. Kami juga selalu menyebutkan sumber berita kami jika kami mengutip dari sumber lain. Terima kasih…
Assalamu Alaikum Wr. Wb…..!
Terima Kasih atas siraturahminya via sms padahal saya dua hari berturut ada di DD HKG untuk numpang sholat dan istirahat tapi tidak sempat ketemu dengan Anda dan Ust Fauzy.
Berkenaan dengan artikel Tati Surati tentang aktivitas Bustomi, itu memang ajakan saya agar tepat pemberian BISA Award kepadanya. Menarik karena setelah diwawancara dan di ajak ngobrol hasil tulisan itu bagus.
Jadi tidak salahnya saya mengutip tulisan tersebut untuk Buku Saya Bangga, tapi kalau tidak berkenan, Saya Mohon Maaf Ust…..Afwan
AruL
waalaikum salam,aaduhh kok jadi ajakan kamu ya Rul heeeeeeeeeeee,aaneh tau!
Izin dulu kalau maau membukukan karya orang lain apalagi anda tidak izin ke penulis lainnya juga yang karya-karyanya sudah anda bukukan dan mohon maaf ya kayaknya Tulisan Emmy Zobo itu kamu manipulaatif ya,,opppsssssssssst sorry
ESQ & Problem “Dakwahtainment” Dewasa Ini
ESQ, pelatihan motivasi, dan aktivasi otak kanan adalah contohnya. Walaupun seringnya diakui sebagai training manajemen bukan training agama, namun praktiknya sering menggunakan istilah agama, mengutip ayat atau hadits. Parahnya, selain tidak mendudukkan pada tempatnya, para trainer atau motivator ada yang mengutip hadits palsu. Alhasil, agama dijadikan kedok untuk membenarkan metode mereka yang konon katanya dikembangkan untuk mendukung penggalian potensi diri manusia itu.
Pada akhirnya, para peserta baru sampai pada tahap “merasa” sudah berubah, mendapat “pencerahan”, atau “disuntiki” energi positif. Tentu sebuah kemustahilan “perubahan” hanya bisa dicapai dalam beberapa jam pelatihan. Para peserta sejatinya tengah ditipu, di dalam pelatihan yang selalu menguras duit yang cukup besar ini, mereka diindoktrinasi bahwa mereka hebat dan punya kekuatan besar di dalam diri mereka yang tengah tidur, yang harus dibangunkan untuk meraih apa yang dinamakan “sukses dan kaya”.
Selain soal doktrin yang salah kaprah, beberapa metode “pencerahan” jiwa seperti model mujahadah, zikir berjamaah, perenungan (kontemplasi), riyadhah, atau meditasi, banyak dipengaruhi tasawuf (ajaran sufi). Selain itu, ESQ dan sebangsanya disusupi liberalisme yang menafsirkan al-Qur’an dan as-Sunnah secara bebas, mengajarkan bahwa pada dasarnya ajaran seluruh agama adalah benar dan sama, semua pemeluk agama punya kesamaan, yakni sama-sama punya hati, mempergunakan suara hati yang terdalam sebagai sumber kebenaran, serta menganggap para nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan pencarian. Melalui buku-buku “tazkiyatun nufus (penyucian jiwa)” yang beredar, masyarakat juga dicekoki beragam cerita takhayul dan khurafat tasawuf yang menyesatkan, hanya berlandaskan pada pengalaman/kontemplasi tokoh-tokoh sufi.
Pertanyaannya, tak cukupkah al-Qur’an dan as-Sunnah kita jadikan rujukan? Mana yang lebih bisa dipegangi dan selamat untuk diikuti, al-Qur’an dan as-Sunnah ataukah cerita picisan model sufi?
Secara kemasan, training atau pelatihan semacam ESQ kadang menarik, lebih-lebih didukung penggunaan multimedia. Namun, orang yang cerdas tentu tidak menilai sesuatu berdasarkan kemasan semata, tetapi juga melihat isi dan substansi yang diajarkannya.
Inilah problem “dakwahtainment” dewasa ini. Cara-cara dan subtansi dakwah yang diajarkan Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam justru ditinggalkan. Alih-alih memprioritaskan tauhid dan ajaran yang benar, aksi panggung artis “dakwahtainment” juga kering dari dalil-dalil al-Qur’an dan as-Sunnah yang sahih. Asal bikin orang memerhatikan isi ceramahnya, asal bisa diterima, bahkan asal bikin audien terpingkal-terpingkal, substansi menjadi nomer dua. Di kampung-kampung, malah muncul dai yang isinya hanya menyanyi qasidah/lagu-lagu gubahan, dari awal hingga akhir. Kalau sudah begini, bagaimana masyarakat awam “melek” agama?
Tentu ironis jika jalan tazkiyatun nufus yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah dianggap kurang bisa memikat masyarakat yang didakwahi, dianggap cara-cara klasik, tidak keren, dsb. Tugas dai adalah menyampaikan, perkara hidayah adalah urusan Allah Subhanahu wa ta’ala. Selama kita mendakwahkan substansi yang benar sekaligus menggunakan cara-cara yang benar, insya Allah dakwah itu akan beberkah. Oleh karena itu, mari bersihkan hati dengan cara Islami, raih ketakwaan, amalkan Islam secara ikhlas dan sesuai as-Sunnah, insya Allah kebersihan hati akan kita raih.
Sumber : Bersihkan Hati Secara Islami, Majalah AsySyariah Edisi 079
Assalamualaikum. Wr. Wbr…
Turut mendukung dan menghaturkan rasa terimakasih untuk redaksi DDHK .. salut untuk pekerjaan besarnya ini. Semoga dimudahkan segala jalannya kedepan, insyaallah .. Semoga menginspirasi teman2 BMI dibelahan dunia manapun. Karena bumi Allah Luas untuk kita syukuri. salute !!
GSAdjie
BMI, Paris – Europe.
Wa’alaikum salam wr wb. Terima kasih atas apresiasi, dukungan, dan doanya…..
Assalamu’alaikum Wr Wb
Alangkah senangnya bisa berkunjung ke rumah saudara sendiri, walaupun hanya via web,.. terus berjuang,.. terus bersemangat..
Wassalamu’alaikum Wr Wb
Zona Madina
assalamu’alaikum.
apa kabar Ust Uci (Ahmad Fauzi)? o ya, apakah dompet dhuafa bisa membantu memberi beasiswa bagi siswa yang tidak mampu? terimakasih atas jawabannya
rudi salam
SDIT Jumapolo, Karanganyar, Solo
salam kenal dari saya.
Assalammu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Nama panggilan saya Ita’. Saya bekerja di travel haji dan umrah. Hari Sabtu, 5 Mei yll sy telp ke DDHK diterima oleh mb Nurin. Grup umrah kami stay di hotel Panda, yang kesulitan mencari makan malam HALAL. Mohon maaf mb Nurin, krn saya terlupa menghubungi mab Nurin kembali dan tour leader kami tidak menghubungi mb Nurin.
Apakah kami bisa dibantu kemana kami harus beli makanan yang HALAL dengan lokasi paling dekat dengan hotel Panda (alamat di 3 Tsuen Wah Street, Tsuen Wan, New Territories Tel: +852 27360922
Fax: +852 24050922)yang bisa ditempuh dengan jalan kaki saja?
Jazakallah.
Wassalam.
Assalamualaykum. Salam kenal, buat pengurus Dompet Dhuafa Hongkong. Saya seorang jurnalis media nasional di Jakarta. membaca dan mendengar kiprah Dompet Dhuafa Hongkong sangat menginspirasi. Terus berjuang demi buruh migran Indonesia.
Assalamualaikum..wr.wb
Saya mahasiswi Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia Bogor jurusan Akuntansi islam InsyaAllah pada bulan Juni s/d Agustus 2012 akan melaksanakan kegiatan magang. Yang ingin saya tanyakan apakah dompet dhuafa hongkong membuka kesempatan bagi mahasiswa/mahasiswi untuk magang? bagaimana prosesnya?
terimakasih
wassalam.
Wa’alaikum salam wr wb. mohon maaf, kami tidak membuka program magang, silakan ke DD di Indonesia, kunjungi http://www.dompetdhuafa.org, terima kasih….