BMI Hong Kong Ngampus: Belajar Sambil Kerja di Rumah Majikan

Published on June 22nd, 2012 by | Category: Hong Kong


UTHK1Oleh Tati Tia Surati

Buruh Migran Indonesia di Hong Kong (BMI HK) tidak hanya terkenal pandai dalam berorganisasi, wirausaha, dan karya sastranya, tetapi mereka juga memiliki semangat yang tinggi untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Hal itu terbukti dengan antusiasme mereka menyambut kehadiran Universitas Terbuka di Hong Kong (UT HK) sejak tahun 2011 yang bekerja sama dengan lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan Global Indonesia Training Center (GITC).

“Sejarah berdirinya Lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan GITC di Hong kong sendiri amatlah panjang bila harus diceritakan. Namun, mengenai sejarahnya Universitas Terbuka di Hong Kong ini ialah atas permintaan dari siswa-siswa kesetaraan paket C atau SMA alumni GITC,” kata Direktur GITC, Iwan Giwangkara .

“Mereka ingin sekali melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, namun mereka binggung hendak melanjutkan ke mana sedangkan mereka masih ingin tetap bekerja di Hong Kong. Kemudian itu menjadi PR buat pengurus dan guru-guru di GITC untuk di rundingkan dan akhirnya saya datang melobi ke Universitas Terbuka,” jelasnya.

Menurut ketua UPBJJ Jakarta, Adi Winata, dengan ditandatanganinnya MoU antara GITC dengan pihak UT pusat, khususnya tentang penanganan mahasiswa di Hong Kong, maka pihaknyalah yang mengelola. Mahasiswa awal dari GITC jumlahnya 100 orang dan saat ini sudah smester 3 dari dua jurusan yaitu bidang studi Administrasi Niaga dan Sastra Inggris bidang penterjemah.

Meski dalam perjalannanya mengalami berbagai cobaan, namun saat ini sudah lebih baik. Dari perkembangan mahasiswanya sendiri mengalami penambahan dan saat ini juga di buka pendaftaran baru untuk mahasiswa jurusan komunikasi.

Di Hong Kong ada dua sistem pengelolaan, yaitu berbasis POKJAR (Kelompok Belajar) dan Mahasiswa Mandiri.

Untuk POKJAR dikelola oleh GITC mendapatkan dengan Sistem Paket Smester (SIPAS). Mahasiswa akan mendapatkan Tutorial Tatap Muka (TTM) dengan dosen dari UT pusat dan mahasiswa juga berhak mendaptkan modul.

 

Sistem pembayaran mahasiswa mandiri memang relatif murah dan mereka tidak TTM, jadi segalanya mereka urus sendiri.

Dengan adanya UT di Hong Kong, GITC bermitra dengan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong. “Khususnya dalam proses pelaksanaan ujian, kami harus koordinasi dulu dengan Konjen RI. Misalnya menitipkan berkas atau soal-soal ujian ke KJRI karena itu adalah dokumen negara yang harus dijaga kerahasiaannya dan tidak boleh sembarang orang tahu,” jelas Iwan.

Untuk ujian mahsiswa mandiri harus koordinasi dengan Konjen RI, namun jika jumlah mahasiswa mandiri itu lebih banyak, maka mereka sendiri yang akan mengkoordinasi tempat ujiannya. Sedangkan untuk mahasiswa yang berbasis POKJAR semuanya diatur oleh pihak GITC.

Adi Winata juga menambahkan, jika tidak bisa lulus di Hong Kong, maka mahasiswa dapat melanjutkan studinya di Indonesia. Saat ini ada 37 Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) yang tersebar di seluruh pelosok tanah air. “Kunci sukses untuk mahasiswa adalah rajin belajar dan baca modul serta ikuti Tutorial online agar nila-nila yang di dapat itu lebih baik,” pesannya.

Pada pertengahan bulan lalu, yaitu minggu tanggal 13 Mei dan 20 Mei 2012, sebanyak 95 orang Buruh Migran Indonesia Hong Kong (BMI HK) yang menjadi mahasiswi UT HK mengikuti Ujian Semester di Bhayanihan Centre, Kennedy Town. Mereka mahasiswa UT HK yang dinaungi oleh Lembaga Penyelenggara Pendidikan Global Indonesia Training Center (GITC) yang terdiri dari tiga jurusan, yaitu Administrasi Niaga, Sastra Inggris, dan Komunikasi

Mereka sangat antusias dalam mengerjakan soal-soal yang ada, walau konsentrasi persiapan belajar mereka harus terbagi dengan bekerja hingga larut malam di rumah majikan. (Tati Tia Surati/ddhongkong.org).*

Get News Updates from DDHK on Your Email
SHARE THIS. SEBARKAN KEBAIKAN!

Tags: , , , ,


About the Author

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya



5 Responses to BMI Hong Kong Ngampus: Belajar Sambil Kerja di Rumah Majikan

  1. Saya BMI Hongkong mau tanya. Klu mau ambil UT jurusan Komunikasi it bljarnya brp thn. 3thn,kah…? & Biayanya brp….? Cukup Sekian pertanyaan dr Saya. Terima ksh.

  2. nini says:

    pak apabila saya belum lulus dan harus kembali di indonesia.apakah saya bisa melanjutkan di indonesia.? apa persyaratannya pak…?terimakasih

  3. firda says:

    askum,,perkenalkn kami dari hegi, ingin mnysmpaikan pnwaran kerjasama training motivaskill dan bisnis produk kmi,
    Bhs inggris cepat garansi bs hnya dlm 5 hr
    Bhs arab cepat hnya 5 hr
    Training kesehatan tcm n alami n nabawi
    Tahfid berbasis strstegi n teknologi
    Produk mknanan nksehtn berbasis nano
    Pembelajaran materi apapun motivaskill berbasis motivasi teknologi dan strategi,
    Kami adalh lbga riset dibdang ekonomi pndidikan teknologi n strategi business,
    Dmikian smg kt bs kolaborasi

  4. Ninik Sri Banunawati says:

    karyanya udah ok banget,tapi tak ada gading yang tak retak,kalo menurut saya lain kali anda bisa memilih kata-kata yang lebih tepat.Ada sebagian kata yang gk perlu sehingga janggal saat di baca.Tapi dari kritik dan saran kita akan jadi lebih baik kalo hanya di puji anda tidak akan berkembang,ok selamat berkarya saya dukung kamu dari jauh,thanks.

  5. sri endangsih says:

    Hebat,…cukup bagus …singkat dan padat….semangat terus untuk belajar……khususnya mahasiswa UT…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Back to Top ↑