DDHK News, Hong Kong — BMI Hong Kong pada umumnya dan khususnya yang aktif berdakwah diimbau selalu menjaga persatuan dan kesatuan karena sebagai sesama Muslim kita adalah saudara.
“Jangan mengedepankan ego masing-masing sehingga menilai dirinya lebih baik dan timbulah perpecahan,” ujar K.H. Muhammad Kholilulloh, S.E. dari Bandung kepada DDHK News sebelum mengisi tausiyah dalam pengajian akbar memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw yang diselenggarakan oleh organisasi BMI Hong Kong, Nihayatuz Zain (NZ), di taman samping Royal Park Hotel-Sha Tin, Ahad (3/6).
“Jangan merasa kita shaleh. Itu berarti sombong, padahal kita terlihat baik hanya karena Allah Swt menutup aib kita selama ini. Jika melihat saudara kita salah jalan, jangan kita jauhi dan menghinanya, tapi mencoba merangkulnya penuh kasih sayang,” tegasnya.
Ust. Kholil memberikan contoh bagaimana cara Rasulullah Saw berdakwah penuh kasih sayang, misalnya saat ada umat suka minuman yang memabukan, beliau melakukan dakwah dengan tahapan. Pertama, membiarkannya, namun memberikan penjelasan bahwa hal tersebut tidaklah baik. Kedua, memberi contoh teladan yang baik, tanpa memusuhi si pelaku, sehingga pada akhirnya ia merasa malu atau tergugah hatinya, dan baru setelah itu membimbing ke arah yang lebih baik.
“Kita lewat di samping orang yang tidak shalat misalnya, penuh sopan mengucap salam, pasti dia akan menghormati kita dan merasa tidak direndahkan. Lakukan contoh sikap yang baik sebagai mediasi dakwah. Bukan dengan membangun sekat yang berjilbab itu lebih baik, belum tentu. Karena surga itu Allah peruntukan bagi hamba-Nya yang rendah hati. Nah, jika masih ada sifat sombong, sia-sia amal kita,” lanjutnya ustadz muda yang sudah delapan kali memberikan tausiyahnya di HK ini.
Ia juga menilai, semangat dakwah BMI HK sangat luar biasa, namun juga menyayangkan jika di dalam perkumpulan jamaah yang duduk di tempat yang sama tapi ada perpecahan di dalamnya.
Pengajian dimulai jam 10 pagi hingga selesai, dihadiri oleh beberapa organisasi undangan yang turut mengumandangkan shalawat. Acara juga dimeriahkan dengan lantunan vokal merdu entertainer dari Bandung, Wahyu Syaff, yang akrab disapa Kang Wahyu.
“Ini kunjungan pertama kali saya ke Hong Kong dan bertatap langsung dengan teman BMI. Kesan pertama sangat kagum, ternyata mereka jauh dari pandangan miring bahwa pembantu itu bodoh atau rendahan. Mereka amazing banget! Kooperatif, ramah, dan kreatif. BMI tidak bodoh. Ini pengangkatan citra yang baik di tengah keterbatasan mereka sebagai pekerja,” ujar Kang Wahyu.
Ketua Nihayatuz Zain, Sofi, mengatakan, pengajian digelar agar jamaah khususnya yang di Sha Tin bisa menjalin silaturami yang baik sebagai saudara seiman. “Dan sarana bagi yang lainnya agar menjadi ilmu barokah dan bermanfaat,” ujarnya.
Nihayatuz Zain adalah organisasi sosial yang didirikan oleh warga Indonesia di Hong Kong sebagai wadah silahturahmi sekaligus tempat belajar, terutama belajar belajar ilmu agama, sebagai upaya untuk menguatkan keislaman dan keimanan di tengah tengah warga Hong Kong yang mayoritasnya non-Muslim dan berbudaya yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Selain belajar ilmu agama, organisasi ini juga tempat belajar keterampilan, seperti menjahit dan membuat bunga, bros, hiasan meja, dari manik-manik. Organisasi Nihayatuz Zain telah ada di tiga tempat, yaitu di daerah Causeway Bay, Sha Tin, dan Ma On Shan. (Anita Sri Rahayu/ddhongkong.org).*
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org



