Antara Akikah dan Kurban

Published on August 25th, 2013 by | Category: Konsultasi Islam, Opini dan Kajian


kurban-akikahPara ulama berbeda pendapat mengenai masalah menjalankan akikah untuk diri sendiri setelah dewasa jika belum diakikahkan pada waktu kecil.

Sebagian ulama berpendapat, tidak disunahkan bagi seseorang untuk mengakikahkan dirinya sendiri ketika sudah dewasa karena kalau setelah dewasa itu tidak dinamakan akikah lagi dan akikah itu disunahkan untuk orang lain, yakni bapaknya.

Itu adalah pendapat Imam Syafii dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad.

Sedangkan sebagian yang lain berpendapat, disunahkan bagi orang yang belum diakikahkan pada waktu kecil mengakikahkan dirinya sendiri pada saat ia telah dewasa. Pendapat ini disampaikan oleh Atha`, Hasan al-Basri, Muhammad Bin Sirin, al-Qafal al-Syasi dari Mazhab Syafii dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad.

Mereka berlandaskan pada hadis yang di riwayat kan Baihaqi dari Abdullah bin Muharrir dari Qatadah dari Anas bahwasanya Nabi Muhammad mengakikahkan dirinya sendiri setelah kenabian. Menurut para ulama hadis, ini adalah hadis dhaif karena adanya Abdullah bin Muharrir. Tapi, hadis ini juga diriwayatkan dari jalur lain yang membuat sebagian ulama menganggapnya hasan li ghairihi.

Kebanyakan ulama pada zaman ini lebih memilih pendapat kedua karena meskipun hadis yang menjadi landasan pendapat itu kurang kuat, dalil yang melarang juga tidak ada, dan banyak tabiin yang melakukannya, seperti Atha`, Hasan al-Basri, dan Muhammad bin Sirin.

Mengenai mana yang lebih didahulukan antara kurban dan akikah, kedua-duanya merupakan sunah muakadah. Jika saat ini Anda memiliki kemampuan melaksanakan kedua-duanya, maka itu lebih baik. Namun jika harus memilih salah satu, maka dahululan kurban karena kurban disunahkan bagi yang mampu dan akikah disunahkan kepada orangtua kita ketika kita baru lahir.

Tetapi, bila Anda tidak berkemampuan, bisa mengikuti pendapat ulama yang mengatakan boleh menyembelih dengan niat kurban dan akikah sekaligus. Ini adalah pendapat Hasan al-Basri, Muhammad bin Sirin, dan salah satu riwayat Imam Ahmad. Dalam hal ini mereka menganalogikan hal tersebut dengan seseorang yang shalat dua rakaat dengan dua niat, yaitu niat shalat sunah tahiyyatul masjid dan sunah rawatib. Wallahu a’lam bish shawab. (Sumber: Konsultasi Agama Republika).

Get News Updates from DDHK on Your Email
SHARE THIS. SEBARKAN KEBAIKAN!

Tags: , , ,


About the Author

DDHK News adalah Website Dakwah dan Informasi Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) atau Dompet Dhuafa Association Ltd. DDHK adalah Cabang Dompet Dhuafa (DD) yang berkantor pusat di Jakarta (Indonesia). DDHK didirikan tahun 2004. Mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hong Kong sebagai lembaga sosial-keagamaan. Profil Selengkapnya



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Back to Top ↑