Rencana pembakaran Al-Quran adalah efek turunan dari kebijakan mantan Presiden Amerika Serikat (AS), George W. Bush.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ustad Muhammad Rahmat Kurnia pada saat demo penentangan pembakaran Al-Quran di depan Kedutaan Besar AS.
“Ini adalah dampak dari pemerintahan George W Bush yang secara sepihak menantang perang umat Islam. Berawal dari menetapkan pelaku peledakan WTC adalah umat Islam,” ujar Ustad Muhammad.
Namun, Ustad Muhammad menambahkan, ia juga menenggarai ada gerakan Freemansory dalam rencana ini.
“Hal ini dilakukan Yahudi untuk mengadu domba kerukunan umat beragama di dunia. Kalau hal ini tidak dapat di cegah. Ini akan berdampak secara luas. Pemimpin-pemimnpin Nasrani harus bisa mencegah hal ini terjadi. Karena saya yakin kebanyakan dari mereka menolak dan mengecam hal ini dilakukan,” lanjutnya.
“Ini hanya sebagian kecil orang yang takut atas Islam atau Islamphobia,” lanjutnya.
Tuntutan kepada pemerintah AS?
“Yang kita inginkan adalah menekan pemerintahan AS untuk mencegah hal ini terjadi. Karena kita mayoritas Muslim yang terbesar di dunia. Kalau rakyat Indonesia tidak bergerak, bagaimana dengan negara yang Islammnya minoritas. Akan semakin diinjak-injak,” imbuhnya.
RAKYAT MERDEKA
Copyright (c) DDHK News - www.ddhongkong.org. Tulisan di website ini boleh dikutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumber DDHK News/www.ddhongkong.org
Tetap update berita dan artikel terbaru DDHK News di Ponsel Anda dengan mengetikkan: m.ddhongkong.org



